JEMBRANA, Radar Bali.id – Pemkab Jembrana meningkatkan kewaspadaan maksimal untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, yang diprediksi akan berlangsung hingga Februari 2026. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan 71 titik lokasi evakuasi yang tersebar di seluruh kecamatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa koordinasi kesiapsiagaan telah dilaksanakan bersama TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait.
”Kami sudah siapkan upaya antisipasi untuk menghadapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Potensi bencana yang paling tinggi adalah banjir,” ungkap Agus Artana.
Pos Komando 24 Jam dan Dukungan Penuh Aparat
Upaya antisipasi difokuskan pada pengaktifan Pos Komando Siaga Bencana hingga 28 Februari 2026. Posko ini akan beroperasi selama 24 jam penuh, diperkuat dengan kegiatan:
- Penguatan desa tangguh bencana.
- Edukasi dan simulasi evakuasi kepada masyarakat.
- Dukungan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.
Kesiapsiagaan di lapangan juga diperkuat dengan dukungan patroli wilayah rawan dari Kodim 1617/Jembrana dan kesiapan pengamanan serta sarana SAR dari Polres Jembrana.
Korban Banjir September: Santunan Rp 272 Juta Segera Cair
Di sisi lain, kabar baik datang bagi warga yang terdampak banjir pada September lalu. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jembrana, I Made Sapta Budiarta, memastikan bantuan penguatan ekonomi bagi korban akan segera terealisasi.
Santunan yang bersumber dari BPBD Provinsi Bali ini akan disalurkan kepada 52 pemohon, sebagian besar berasal dari Desa Air Kuning, yang mayoritas mengalami kerusakan pada perahu nelayan dan hilangnya peralatan menangkap ikan.
”Administrasi penyaluran santunan penguatan ekonomi sudah selesai, tinggal tunggu waktu pencairan,” ujar Sapta Budiarta.
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 272 juta. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga maksimal Rp 5 juta, yang akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing pemohon. Bantuan ini juga dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum seperti pura yang mengalami kerusakan. [*]
Editor : Hari Puspita