NEGARA, Radar Bali.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Amertha Jati Kabupaten Jembrana bergerak cepat menyambut Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Perumda berencana mengucurkan investasi sekitar Rp 100 miliar untuk menjamin ketersediaan air bersih dalam jumlah besar dan berkelanjutan bagi kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat Blue Economy Bali Barat tersebut.
Pengembangan PPN Pengambengan bernilai triliunan rupiah dan akan mencakup pasar ikan modern, kawasan pengolahan hasil perikanan, cold storage, hingga area penunjang UMKM dan wisata bahari. Semua aktivitas ini membutuhkan suplai air bersih yang sangat memadai.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gede Puriawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana strategis, termasuk menggandeng pihak ketiga untuk berinvestasi.
"Kami sudah siapkan rencana dengan menggandeng kerjasama dengan pihak tiga untuk berinvestasi [sebesar Rp 100 miliar]," ujar Puriawan. "Di sinilah peran strategis yang kami ambil dengan berinvestasi menyediakan kebutuhan air," jelasnya.
Peluang Emas PPN Jadi Sumber Pendapatan
Perumda dituntut untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi secara signifikan, mulai dari penguatan sumber air baku, optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA), hingga perluasan jaringan pipa ke kawasan Pengambengan.
Investasi besar ini tidak hanya mendukung pembangunan pelabuhan, tetapi juga membawa efek domino positif bagi masyarakat sekitar. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, sebelumnya menilai bahwa PPN Pengambengan adalah peluang besar bagi Perumda Air Minum untuk meningkatkan pendapatan.
"Dengan adanya pelabuhan perikanan bertaraf internasional, tentunya akan banyak kapal-kapal besar yang datang ke Jembrana dan membutuhkan air bersih. Sehingga menjadi sumber pendapatan bagi Perumda Air Minum," ungkap Hartawan dalam kesempatan terpisah.
Dengan perencanaan matang dan investasi yang disiapkan, Perumda Tirta Amertha Jati bertekad memastikan kebutuhan air tidak menjadi kendala, sehingga PPN Pengambengan dapat berfungsi optimal sebagai motor penggerak ekonomi Bali Barat.[*]
Editor : Hari Puspita