Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liburan Nataru, Wisatawan Domestik Mulai Banjiri Pulau Dewata, Truk Logistik Padati Jalur Keluar

Muhammad Basir • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:50 WIB
SEMAKIN RAMAI : Situasi Pelabuhan Gilimanuk pada malam hari, Senin (22/12/2025) malam. (foto:dok ASDP Gilimanuk)
SEMAKIN RAMAI : Situasi Pelabuhan Gilimanuk pada malam hari, Senin (22/12/2025) malam. (foto:dok ASDP Gilimanuk)

 

GILIMANUK, RadarBali.id – Menjelang libur panjang Hari Raya Natal, aktivitas penyeberangan di Selat Bali menunjukkan peningkatan signifikan. Pantauan di lapangan menunjukkan dinamika menarik: arus kendaraan yang masuk ke Bali didominasi oleh wisatawan, sementara jalur keluar Bali dipenuhi oleh angkutan logistik dan bus.

Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengonfirmasi tren kenaikan produksi penyeberangan dari kedua sisi, baik Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.

"Peningkatan terjadi setiap hari. Dari arah Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa, didominasi oleh kendaraan barang dan bus, terutama pada malam hari. Meski ramai, kondisi masih lancar tanpa antrean panjang hingga keluar pelabuhan," jelas Didi, Selasa (23/12/2025).

Puncak Arus Masuk Wisatawan

 Kontras dengan jalur keluar, kendaraan yang masuk ke Bali justru didominasi oleh mobil pribadi yang mengangkut penumpang untuk berlibur. Puncak arus masuk wisatawan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk diperkirakan terjadi pada Selasa (23/12) malam hingga Rabu (24/12/2025) pagi ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak ASDP menyiagakan total 54 kapal, di mana 30 kapal di antaranya beroperasi penuh untuk memastikan rotasi (trip) penyeberangan tetap cepat.

Pengamanan Ketat dan Patroli Laut

Keamanan menjadi prioritas utama selama periode Operasi Lilin 2025. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait tidak hanya berjaga di area darat pelabuhan, tetapi juga melakukan patroli laut intensif di sepanjang Selat Bali untuk menjamin keselamatan penumpang.

Pembatasan Truk dan Fungsi Rest Area

Di sisi lain, Pengawas Satuan Pelaksana (Wasatpel) UPPKB Cekik, I Made Ria Fran Dharma Yudha, menyampaikan bahwa pembatasan angkutan barang sudah berlaku sejak Jumat (19/12). Meski beberapa truk masih terlihat melintas di jalur Gilimanuk-Denpasar, dipastikan mereka adalah angkutan yang membawa komoditas pengecualian seperti sembako.

"Kendaraan truk besar sudah sangat minim terlihat. Untuk mendukung kelancaran mudik dan liburan, operasional jembatan timbang di UPPKB Cekik dihentikan sementara hingga 4 Januari 2026," ujar Made Ria.

Selama masa tersebut, area UPPKB Cekik dialihfungsikan menjadi rest area bagi para pengguna jalan yang merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh.[*]

Editor : Hari Puspita
#selat bali #penyeberangan #jelang nataru #pelabuhan gilimanuk