Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Keren! Peduli Musibah Bencana Sumatra, Jembrana Tanpa Kembang Api, Sambut 2026 Cukup dengan Kulkul dan Doa Lintas Agama

Muhammad Basir • Senin, 29 Desember 2025 | 13:20 WIB
Ilustrasi pesta kembang api tahun baru di Denpasar tahun 2024 lalu. (dok.radar bali)
Ilustrasi pesta kembang api tahun baru di Denpasar tahun 2024 lalu. (dok.radar bali)

 

JEMBRANA, RadarBali.id – Ada yang berbeda dengan perayaan malam tahun baru di Kabupaten Jembrana kali ini. Jika biasanya langit dihiasi ledakan kembang api, pada pergantian tahun 2026 nanti, suasana akan terasa lebih reflektif dan membumi.

Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan pemukulan kulkul serentak serta doa bersama.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas atas berbagai bencana hidrometeorologi yang tengah melanda Indonesia. Perayaan yang dipusatkan di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno ini akan mengusung semangat kesederhanaan.

"Kami ingin menunjukkan rasa empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Detik pertama tahun 2026 akan ditandai dengan suara kulkul oleh Bupati dan Forkopimda," ujar Kabag Pemerintahan Jembrana, I Dewa Putu Eka Adi Putra.

Kulkul dipilih bukan tanpa alasan. Simbol kearifan lokal Bali ini melambangkan komunikasi, kesadaran, dan semangat gotong royong untuk menyongsong masa depan.

Meski tanpa percikan api di langit, kemeriahan tetap terjaga melalui panggung hiburan rakyat yang menampilkan talenta lokal, kolaborasi seni budaya, dan sastra. Konsep ini diharapkan mampu menyediakan ruang positif bagi masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan hati yang lebih peduli.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana sumatra #nataru #kembang api #Peduli Aceh