NEGARA, Radar Bali,id– Memasuki pengujung musim penghujan, pemandangan kontras terlihat di Pantai Teluk Gilimanuk. Alih-alih hamparan pasir yang bersih, pesisir ini justru dibanjiri tumpukan sampah.
Fenomena ini rutin terjadi setiap tahun, terutama saat memasuki musim angin timur.
Menariknya, sampah-sampah ini bukanlah limbah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung lokal, melainkan sampah kiriman yang terbawa arus laut dan terdampar di bibir pantai.
Sebagian besar sampah didominasi oleh bahan organik, seperti potongan bambu hingga gelondongan kayu besar yang membahayakan estetika dan akses pantai.
Salah satu pedagang di sekitar lokasi menuturkan bahwa upaya pembersihan melalui gotong royong sebenarnya rutin dilakukan oleh warga dan pelaku usaha setempat. Namun, volume sampah yang datang seringkali tidak terbendung.
"Biasa kalau sudah musim angin timur, sampah datang entah dari mana. Jumlahnya banyak sekali dan datangnya lebih sering," ujarnya.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola wisata Gilimanuk untuk tetap menjaga daya tarik kawasan di tengah siklus alam tahunan tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita