Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ada Diskon Gede di Ferizy, tapi Pemudik Gilimanuk Terjebak Mahalnya Harga Tiket di Gerai Pinggir Jalan

Muhammad Basir • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:57 WIB
DIJUAL MAHAL : Gerai loket penjualan tiket penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk. (M.Basir)
DIJUAL MAHAL : Gerai loket penjualan tiket penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk. (M.Basir

NEGARA, Radar Bali.id – Momen mudik dan balik Lebaran via Pelabuhan Gilimanuk di Selat Bali kembali diwarnai riak-riak keluhan dari para pengguna jasa.

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada harga tiket penyeberangan yang dinilai "mencekik" kantong saat dibeli di gerai-gerai liar sepanjang jalan menuju pelabuhan.

Baca Juga: Arus Balik di Gilimanuk 2026 : Ribuan Kendaraan Serbu Bali, Ternyata Masih Ada Separuh Pemudik Belum Balik

Keluhan paling nyaring diteriakkan oleh para pengendara sepeda motor. Mereka mengaku harus merogoh kocek berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per unit motor hanya untuk selembar tiket penyeberangan di loket pinggir jalan tersebut.

Baca Juga: NONSTOP! Arus Balik ke Bali Meningkat, Pemeriksaan KTP di Gilimanuk Diperketat 24 Jam

Ironi di Tengah Diskon Gede-Gedean

Kondisi ini dirasa sangat janggal dan merugikan. Pasalnya, PT ASDP Indonesia Ferry sebenarnya tengah memberlakukan promo diskon tarif tiket penyeberangan hingga 21 persen khusus momen Lebaran ini.

Jika membeli secara mandiri lewat aplikasi resmi Ferizy, tarif normal sepeda motor yang harusnya berkisar Rp 31 ribu dipotong drastis menjadi hanya sekitar Rp 18 ribu. Ditambah biaya admin bank, pemudik sebenarnya cukup membayar sekitar Rp 21 ribu saja.

Sayangnya, banyak pemudik yang belum melek digital atau malas ribet, akhirnya memilih membeli tiket di gerai jasa jalanan yang harganya dipatok hampir dua kali lipat dari harga diskon.

Tanggapan Pihak ASDP

Merespons polemik ini, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menegaskan bahwa gerai-gerai yang bertebaran di pinggir jalan tersebut bukanlah loket resmi milik ASDP.

"ASDP tidak bekerja sama dengan gerai penjualan tiket di pinggir jalan itu. Kami hanya bekerja sama dengan Bank Himbara. Keuntungan membeli lewat Ferizy jelas dapat diskon. Kalau beli di gerai luar pasti lebih mahal, itu kembali ke pilihan konsumen," ujar Didi.

Didi juga mengaku pihaknya tidak punya wewenang hukum untuk menegur atau menertibkan gerai-gerai swasta tersebut. Pihak ASDP hanya bisa melayangkan surat imbauan melalui pihak perbankan.

Melihat fenomena ini, ASDP kembali mewanti-wanti masyarakat untuk membiasakan diri membeli tiket secara mandiri jauh-jauh hari via aplikasi Ferizy demi keamanan dompet saat mudik. [*]

Editor : Hari Puspita
#pelaabuhan gilimanuk #tiket kapal #selat bali #jembrana #penyeberangan