NEGARA, Radar Bali.id – Harapan nelayan Jembrana untuk memiliki pelabuhan modern segera menjadi kenyataan. Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan kini memasuki fase krusial. Setelah proses tender internasional yang panjang, tahapan lelang akhirnya mencapai babak final.
Baca Juga: Terganjal Tender Ulang, Proyek Rp1,2 Triliun PPN Pengambengan Kembali Molor
Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen penawaran kini sedang dievaluasi ketat oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pusat.
"Sekarang masih tahap evaluasi akhir. Jika tidak ada kendala, pembangunan fisik ditargetkan mulai awal Juni mendatang," ujar Lukman, Kamis (14/5/2026).
Solusi Atas Keluhan Bertahun-tahun
Pembangunan ini menjadi angin segar bagi nelayan lokal yang selama ini tercekik masalah infrastruktur. Pendangkalan kolam labuh dan pintu masuk pelabuhan yang sempit kerap memicu antrean panjang kapal, yang berujung pada menurunnya produktivitas nelayan.
Rencana Besar & Transformasi Kapasitas
Dengan suntikan dana lebih dari Rp1 triliun, pelabuhan ini akan disulap menjadi kawasan industri perikanan terpadu di atas lahan seluas 36 hektare. Rencana pengembangannya meliputi:
- Zona Industri (24,8 Ha): Pusat pengolahan dan bisnis perikanan.
- Zona Kapal Kecil (6 Ha): Area khusus mobilitas nelayan lokal.
- Zona Perkantoran (5,2 Ha): Pusat administrasi terpadu.
Targetnya, pada tahun 2028, PPN Pengambengan akan menjadi "rumah baru" bagi kapal-kapal dari Pelabuhan Benoa. Kapasitas tampung diproyeksikan melonjak hingga 1.600 kapal dengan target produksi tangkapan mencapai 124.000 ton per tahun, naik dua kali lipat dari kondisi saat ini. [*]
Editor : Hari Puspita