Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sempat Seminggu Mengular, Arus Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk akhirnya Berangsur Normal dan Lengang

Muhammad Basir • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:27 WIB
SUDAH NORMAL DAN LENGANG : Suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Kamis kemarin (28/5/2026). (M.Basir/Radar Bali)
SUDAH NORMAL DAN LENGANG : Suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Kamis kemarin (28/5/2026). (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Setelah sempat dihantam kemacetan parah dan antrean panjang selama lebih dari sepekan, situasi arus lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk akhirnya kembali berangsur normal pada Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Jalur Logistik Mengular, Truk Raksasa Dominasi Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Saat Idul Adha, Diwarnai Aksi Terobos

Gerbang keluar Pulau Bali menuju Pulau Jawa tersebut kini terpantau lengang dan bebas dari penumpukan kendaraan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemandangan truk-truk logistik dan bus antarkota yang sebelumnya mengular hingga memenuhi Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk kini sudah tidak tampak lagi.

Baca Juga: Pemeriksaan Diperketat di Gilimanuk, Terungkap Upaya Selundupkan Cacing Laut hingga Kucing Persia Tanpa Dokumenbasir

Arus kendaraan mengalir lancar, baik di dalam area kantong parkir pelabuhan maupun di jalur pintu masuk dan keluar Gilimanuk.

”Kondisinya sudah sepi. Tidak ada antrean kendaraan lagi seperti hari-hari sebelumnya,” ujar salah seorang petugas di Pelabuhan Gilimanuk yang berjaga di lokasi.

Baca Juga: Tersembunyi di Bagasi Bus Menuju Jawa, Penyelundupan 32 Anakan Burung Digagalkan di Gilimanuk

Seperti diketahui, kepadatan ekstrem sempat terjadi selama sepekan terakhir akibat melonjaknya volume kendaraan secara drastis. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh tingginya arus mudik masyarakat yang hendak keluar Bali menjelang Hari Raya Iduladha. Akibatnya, areal parkir dalam Pelabuhan Gilimanuk overload dan ekor antrean meluber hingga ke jalur utama luar pelabuhan.

Guna mengurai kemacetan yang sempat melumpuhkan jalur nasional tersebut, petugas gabungan sempat memberlakukan rekayasa lalu lintas yang cukup ketat. Salah satunya dengan mengalihkan arus kendaraan kecil atau mobil pribadi untuk masuk ke gang-gang pemukiman warga di Kelurahan Gilimanuk. Langkah taktis ini dinilai sangat efektif mengikis kepadatan di jalur utama.

”Akses di gang-gang pemukiman warga sekarang sudah bersih dari antrean kendaraan. Semua sudah mulai normal kembali,” ungkap Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma: 42 saat dimintai konfirmasi.

Meski situasi sudah sepenuhnya terkendali dan aktivitas penyeberangan kembali normal, petugas gabungan tetap disiagakan di pos masing-masing. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus dan mengantisipasi jika ada potensi lonjakan volume kendaraan susulan secara mendadak.

Di sisi lain, Manager Humas ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian membenarkan bahwa grafik pergerakan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk sudah menurun sangat drastis pascapuncak libur panjang. ”Sudah landai kembali di Gilimanuk,” sebutnya.

Kendati demikian, pihak ASDP tidak mau lengah. Untuk mengantisipasi arus balik dari Pulau Jawa menuju Bali pascalibur panjang dan Iduladha nanti, skema pertahanan yang sama tetap disiapkan.

Salah satunya adalah optimalisasi fungsi kantong parkir Bulusan sebagai bagian dari manajemen trafik terpadu yang mampu menampung hingga 400 unit truk logistik sebelum masuk kapal.

Selain itu, personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) tambahan tetap disiagakan di sejumlah titik krusial agar arus kendaraan terus bergerak dinamis tanpa stagnasi.

ASDP juga memperkuat daya angkut di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan memperbantukan KMP Rodhita, kapal berukuran 1.236 GT yang ditarik dari lintasan Lembar–Padangbai.

KMP Rodhita yang memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran ini diharapkan mampu menjadi solusi jitu jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan di kedua pelabuhan tersebut. [*]

Editor : Hari Puspita
#selat bali #penyeberangan #liburan panjang #macet #pelabuhan gilimanuk