NEGARA, Radar Bali.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bergerak cepat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Bali Uji Coba Digitalisasi Bansos, Penyaluran Bantuan Jauh Lebih Ringkas
Langkah ini dilakukan secara maraton untuk memastikan dana stimulan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
Baca Juga: Bansos BLT Kesra Rp 900 Ribu Cair Juni 2026? Ini Fakta Sebenarnya
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jembrana, I Made Sapta Budiarta, 41, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi ini menyasar seluruh penerima bantuan tanpa terkecuali.
Baca Juga: 93 Persen Penerima Bansos di Denpasar Salah Sasaran
“Monitoring dan evaluasi ini untuk memastikan bantuan yang sudah diserahkan dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan yang diterima,” ujarnya pada Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut sebelumnya telah disalurkan dalam bentuk uang tunai pada Mei 2026 lalu. Sumber pendanaan berkolaborasi antara BPBD Provinsi Bali serta BPBD Jembrana.
Adapun besaran bantuan yang diterima masing-masing korban bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan objek yang terdampak bencana di lapangan.
Melalui monitoring ketat ini, BPBD Jembrana berharap bantuan tunai yang telah disalurkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana secara mandiri.
Terlebih bagi warga pesisir yang menggantungkan penghidupan dari sektor kelautan serta pelaku usaha kecil yang sempat lumpuh akibat hantaman cuaca ekstrem beberapa waktu lalu. [*]
Editor : Hari Puspita