
RADAR BALI - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melaksanakan Uji Coba Terbatas Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Gelombang I secara serentak di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital dan memperkuat akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia.
Denpasar Jadi Sorotan akibat Error Data Tertinggi
Berdasarkan data yang diungkapkan oleh perwakilan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Samuel Prayoga Tampubolon, Denpasar dipilih sebagai lokasi uji coba karena memiliki tingkat kesalahan data yang sangat tinggi.
"Data error mencapai 93 persen artinya dari 100 warga miskin, 93 orang tidak dapat haknya. Inklusi error-nya juga tinggi, sekitar 40-50 persen," ujar Samuel Prayoga Tampubolon di Denpasar.
Hasil uji coba di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, mengungkap beberapa faktor penyebab ketidaksesuaian data tersebut, yakni warga penerima bansos yang sudah pindah domisili dan warga telah meninggal dunia namun pihak keluarga belum mengurus akta kematian.
Ditemukan juga ada anggota keluarga yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Kartu Keluarga (KK) keluarga penerima manfaat (KPM) bansos, sehingga menyebabkan keluarga tersebut tidak layak menerima bantuan.
Dari total 38 ribu warga yang masuk dalam data desil 1-5 Kemensos di Denpasar, baru sekitar 2.000 orang (15 persen) yang memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk mengatasi kendala ini, Pemkot Denpasar menyiagakan 85 agen Perlinsos guna mendampingi warga dalam proses digitalisasi.



