NEGARA, Radar Bali.id— Meski momentum libur panjang hari raya Galungan dan Kuningan memicu peningkatan volume kendaraan secara signifikan, arus keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk terpantau aman dan terkendali.
Baca Juga: Jalur Logistik Mengular 500 Meter, Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang Dikepung Kepadatan Kendaraan
Sejak pagi hingga siang kemarin, pergerakan kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa tampak lancar dan teratur tanpa adanya antrean panjang yang berarti.
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya peningkatan pergerakan kendaraan dari arah Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kendati demikian, lonjakan tersebut tidak sampai menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan di jalur utama maupun area pelabuhan.
Kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi terlihat bergerak dengan kecepatan stabil. Walaupun sempat terjadi rapatan kendaraan di akses pintu masuk pelabuhan, antrean hanya mengular sepanjang beberapa puluh meter dan langsung cepat terurai oleh petugas.
“Iya ramai, tapi masih lancar. Tidak ada antrean panjang seperti yang saya pikirkan sebelum berangkat,” ujar salah seorang pemudik saat ditemui di sekitar area pintu tol Pelabuhan Gilimanuk.
Tak hanya didominasi kendaraan pribadi, volume angkutan logistik dan barang juga tampak mengalami eskalasi. Beruntung, proses bongkar muat kendaraan ke atas geladak kapal berjalan dengan rapi dan cepat, sehingga meminimalkan potensi penumpukan di kantong-kantong parkir pelabuhan.
”Kalau malam hari biasanya kondisi di lapangan bisa lebih padat lagi,” kata salah satu petugas pelabuhan di lokasi.
Berdasarkan data produksi penyeberangan selama 24 jam yang dihimpun pada Senin (Senin, 15/6/2026), jumlah pengguna jasa penyeberangan yang keluar dari Pulau Dewata memang tercatat lebih dominan.
Dari arah Pelabuhan Gilimanuk, tercatat sebanyak 21.783 orang penumpang (pejalan kaki dan dalam kendaraan) menyeberang dengan total kendaraan mencapai 6.643 unit. Rinciannya terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 2.420 unit, mobil pribadi 1.858 unit, truk logistik 2.080 unit, serta bus penumpang sebanyak 285 unit.
Sebaliknya, arus masuk dari Pelabuhan Ketapang menuju Bali mencatat angka 18.066 orang penumpang dengan total kendaraan sebanyak 4.801 unit. Jumlah tersebut terdiri dari roda dua sebanyak 1.831 unit, mobil pribadi 1.504 unit, truk 1.224 unit, dan bus sebanyak 242 unit.[*]
Editor : Hari Puspita