Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ancaman Rabies di  Jembrana Melonjak Tajam, Petugas Perluas Radius Vaksinasi Darurat

Muhammad Basir • Senin, 6 Juli 2026 | 08:27 WIB

 

ilustrasi vaksinasi cegah rabies. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi vaksinasi cegah rabies. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA , Radar Bali.id – Ancaman penularan virus rabies di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, kembali mengganas.

Memasuki awal Juli 2026, grafik kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) yang terkonfirmasi positif laboratorium melonjak tajam. 

Baca Juga: Semester Pertama Tembus 39 Kasus Positif, Distan Jembrana Bersiap Gelar Vaksinasi Rabies Massal Serentak

Situasi darurat ini memaksa petugas medik veteriner mengambil langkah taktis dengan memperluas radius vaksinasi darurat guna memutus rantai penularan.

Data terbaru mencatat, hingga Kamis (2/7/2026), jumlah kasus positif rabies di Kecamatan Negara telah menyentuh angka 15 kasus.

Baca Juga: Anjing Gigit Tiga Warga Termasuk Dua Balita di Tegalbadeng Timur, Hasil Lab Positif Rabies, Gencarkan Vaksinasi Darurat!

Angka tersebut merangkak naik secara signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di kisaran 12 kasus.

Baca Juga: Anjing Rabies Ngamuk di Tegal Badeng Timur, Korban Gigitan Bertambah Lima Orang, Petugas Gencarkan Vaksinasi Darurat

Lonjakan ini dipicu oleh hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar yang mengonfirmasi adanya tambahan kasus positif di sejumlah desa.

Sebaran kasus positif kini terpantau merata, mulai dari Desa Baluk, Berangbang, Lelateng, Banyubiru, hingga Loloan Barat dan Banjar Tengah. Alarm kewaspadaan semakin keras berbunyi setelah kasus terbaru di Desa Tegal Badeng Timur dilaporkan menyebabkan lima orang warga menjadi korban gigitan anjing rabies.

Merespons kondisi kritis tersebut, petugas memutuskan mengubah strategi penanganan di lapangan. Jika sebelumnya vaksinasi darurat (emergency vaccination) hanya dilakukan dalam radius tiga kilometer dari titik kasus, sejak Jumat (3/7/2026) lalu jangkauan penyisiran diperluas ke seluruh wilayah Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur.

”Situasinya tidak bisa ditangani setengah-setengah. Jangkauan vaksinasi kami perluas untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies. Seluruh wilayah Banjar Tangi kami sasar,” tegas Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara Ni Nyoman Citra Susilawati.

Langkah cepat ini melibatkan petugas dinas yang diterjunkan langsung bersama Tim Siaga Rabies (Tisira). Dalam satu rangkaian kegiatan terintegrasi tersebut, sebanyak 62 ekor HPR berhasil disuntik vaksin, terdiri atas 24 ekor anjing dan 38 ekor kucing. Jumlah tersebut menambah total vaksinasi darurat sebelumnya yang sudah menyasar sebanyak 50 ekor HPR.

Namun, tantangan besar masih membayangi target eliminasi rabies di wilayah ini. Dari estimasi total populasi HPR di Kecamatan Negara yang mencapai 8.188 ekor, cakupan vaksinasi di zona merah justru dinilai masih jauh dari target pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity). Khusus di Desa Tegal Badeng Timur saja, cakupan vaksinasi anjing baru menyentuh angka sekitar 13 persen.

“Populasi anjing di Tegal Badeng Timur mencapai 327 ekor. Yang sudah divaksin masih sangat minim. Untuk populasi kucing, pendataan masih berjalan,” jelas drh. Citra.

Karena vaksinasi darurat di Banjar Tangi belum mampu menjangkau seluruh populasi HPR yang ada, petugas memastikan penyisiran lanjutan (sweeping) akan kembali digencarkan pada awal pekan ini. Upaya maraton ini diharapkan dapat menutup rapat celah penyebaran virus rabies yang masih terbuka lebar.

Seiring dengan langkah tersebut, masyarakat diimbau keras untuk tidak lengah. Warga diminta secara sadar mengandangkan atau mengikat hewan peliharaan mereka, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan, puskesmas, atau posko kesehatan hewan terdekat jika terjadi kasus gigitan HPR. Rabies bukan hanya ancaman fatal bagi hewan, melainkan juga taruhan keselamatan nyawa manusia. [*]

Editor : Hari Puspita
#vaksinasi #jembrana #Negara #rabies #HPR