NEGARA, Radar Bali.id – Abrasi yang terus menggerus pesisir selatan Jembrana semakin mengkhawatirkan. Selain mengikis bibir pantai, gelombang laut juga menghancurkan permukiman warga hingga membuat puluhan rumah rusak bahkan hilang di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Baca Juga: Pura Rambut Siwi Terancam Abrasi, BWS Bali Penida Jadwalkan Penanganan Tahun Depan
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan asesmen di sejumlah wilayah yang terdampak abrasi. Selain di Desa Pengambengan yang tercatat berdampak pada lima kepala keluarga (KK), kondisi paling parah ditemukan di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru.
Baca Juga: Wajah Baru Kuta: Pedestrian 5 Meter, Bebas Parkir Liar, dan Pantai Bebas Abrasi
”Hasil asesmen terakhir yang kami lakukan akhir pekan lalu, ada sekitar 41 rumah warga yang mengalami kerusakan bahkan sebagian sudah hilang akibat abrasi. Sebagian pemilik rumah sudah memilih meninggalkan lokasi yang rawan. Ada yang mengontrak rumah, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat karena tempat tinggal mereka tidak lagi aman dihuni,” ujarnya.
Ironisnya, abrasi tetap terjadi meski di kawasan tersebut telah dibangun senderan pengaman pantai. Namun, panjang bangunan pelindung itu baru sekitar 780 meter sehingga belum mampu melindungi seluruh garis pantai. Sebagian besar garis pantai masih belum dibangun senderan.
Akibatnya, kawasan di sisi barat senderan mengalami abrasi cukup parah. Kondisi serupa juga terjadi di sisi timur bangunan pengaman pantai yang belum terlindungi secara menyeluruh. Gelombang laut terus menggerus daratan hingga mendekati bahkan menghancurkan rumah-rumah warga.
BPBD menilai relokasi menjadi solusi paling realistis untuk menyelamatkan warga dari ancaman abrasi yang terus berulang. Pasalnya, pemerintah tidak memungkinkan mengusulkan bantuan pembangunan rumah di lokasi yang sama karena lahan yang terdampak bukan merupakan tanah milik pribadi warga.
”Solusi jangka panjangnya adalah relokasi ke lokasi yang lebih aman,” tegasnya.
BPBD berharap penanganan abrasi di pesisir Pebuahan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, mengingat kerusakan terus meluas dan mengancam keselamatan warga yang masih bertahan di kawasan pesisir tersebut.
”Kami akan sampaikan kepada pusat mengenai dampak abrasi ini agar segera ditangani,” terangnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali