AMLAPURA - Volume sampah di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan 25 persen hingga perayaan Hari Raya Galungan. Sampah tersebut didominasi jenis dedaunan untuk kebutuhan upacara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, naiknya volume sampah ini menjadi hal yang rutin setiap menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. “Kalau tiap Galungan ya sampah didominasi canang, bekas janur untuk sarana upacara,” katanya Kamis (3/7).
Kenaikan volume sampah sendiri terjadi H-2 Galungan. “Biasanya kondisi ini terjadi sampai tiga hari setelah Galungan,” ucap Tari.
Untuk hari-hari biasa, volume sampah yang yang diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus itu sebanyak 40 ton. “Kalau ada hari raya keagamaan naik sampai 10 ton per hari,” imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, untuk mengantisipasi penumpukan sampah di perkotaan, petugas yang selama ini melakukan pengiriman sampah menuju ke TPA Butus terpaksa harus bekerja dua kali. Karena bisanya untuk satu truk melakukan pengiriman satu kali, sedangkan saat Galungan pengiriman sampah ke TPA dikakukan dua kali. “Petugas kebersihan tidak ada penambahan. Hanya mengangkut sampahnya saja dibuat dua kali untuk menghindari penumpukan sampah. Kami juga tambah armada pengangkut sampah dua unit,” bebernya.
Tari juga mengatakan, setiap hari raya Galungan volume sampah di perkotaan Karangasem memang selalu mengalami peningkatan. Hal serupa juga akan terjadi lagi saat hari raya Kuningan. Sehingga pihaknya sudah menyiapkan antisipasi karena menjadi hal yang rutin. “Ketika hari raya atau upacara keagamaan pasti terjadi peningkatan. Makanya kami sudah antisipasi. Kalau masih ada terlihat tumpukan sampah di beberapa titik, itu mungkin ada masyarakat yang membuang sampah di luar jam pengambilan,” sebutnya.
Editor : Donny Tabelak