AMLAPURA- Karangasem kembali digegerkan dengan matinya belasan babi sejak dua minggu terakhir. Belasan babi yang mati mengalami gejala yang sama. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, dikonfirmasi Sabtu (30/9).
Siki mengatakan, belasan babi mati mendadak itu terjadi di beberapa wilayah. Dari laporan yang diterima, temuan babi mati ini terjadi di Kecamatan Sidemen, Manggis dan Karangasem. “Memang benar ada laporan ternak babi milik beberapa warga mati dengan gejala yang hampir serupa,” tuturnya.
Terkait kematian babi-babi tersebut, pihaknya belum bisa memastikan penyebabnya. Mengingat babi yang mati itu sudah dikubur dan baru dilaporkan sehingga tidak bisa diambil sampelnya. “Gejalanya seperti babi kehilangan nafsu makan, suhu badan panas hingga kejang-kejang dan selanjutnya mati,” ucap Siki Ngurah.
Terkait hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem mengimbau peternak babi agar menerapkan bio security dengan cara menyemprotkan cairan desinfektan secara berkala serta menjaga kebersihan kandang ternak.
Pasca adanya laporan tersebut, pihaknya melalui keswan telah turun ke lapangan untuk melakulan pegecekan lebih lanjut. Terkait dengan kematian ternak warga itu, pihaknya telah memberikan bantuan disinfektan kepada para peternak serta mengarahkan untuk menjaga kebersihan kandang. “Kebersihan dilakukan secara berkala. Karena kandang yang kotor bisa menjadi sumber penyakit bagi ternak,” ungkapnya.
Disamping itu, ia juga meminta agar peternak langsung melapor kepada petugas Keswan setempat jika terdapat tenak yang mati. Dengan begitu, petugas terkait bisa mengambil sample dari ternak yang telah mati untuk memastikan penyebabnya.
Dari informasi yang diperoleh, kasus ternak babi mati terjadi diwilayah Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen. Ada sekitar 17 ternak warga mati dengan gejala yang hampir sama. Kematian ternak Babi tersebut tidak dalam waktu dan tempat yang bersamaan, namun secara bertahap dibeberapa lokasi berbeda dalam kurun waktu 14 hari terakhir ini. (*)
Editor : Donny Tabelak