Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gegara Cuaca Panas, Tanaman Cabai Rusak, Petani di Bebandem Karangasem Merugi

Zulfika Rahman • Rabu, 1 November 2023 | 12:05 WIB
Petani cabai di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, saat memperlihatkan tanaman cabai miliknya yang mengalami kerusakan karena cuaca yang panas.
Petani cabai di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, saat memperlihatkan tanaman cabai miliknya yang mengalami kerusakan karena cuaca yang panas.

AMLAPURA - Sejumlah petani di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem mengeluh akibat tanaman cabai mengalami kerusakan. Saat akan dipanen, buah cabai layu bahkan sebagian membusuk akibat kondisi cuaca yang panas.  

Berdasarkan pantauan di lokasi, hampir seluruh tanaman cabai yang ada di Desa Bungaya mengalami kerusakan. Selain layu dan membusuk, tanaman cabainya juga mati mengering.

Kondisi ini membuat petani mengalami penurunan omset. Padahal saat ini memasuki puncak musim panen. “Sudah sebulan seperti ini (layu) cabai saya. Bulan lalu sempat panen masih bagus. Sekarang malah tidak bisa panen,” ucap seorang petani, I Nengah Kari saat ditemui Selasa (31/10). 

Kondisi ini membuat petani merugi. Disinggung penyebab, Kari menduga, tanaman cabainya rusak akibat cuaca yang terlalu panas. “Karena panas sekali, cabainya layu dan mati,” sambungnya. 

Kari mengaku, untuk sekali panen ia mendapat omzet antara Rp 1-2 juta. Sementara sejak bulan lalu, ia sudah panen 5 kali. “Kalau rugi sih tidak. Hanya omset menurun karena gagal panen bulan ini,” akunya.

Kondisi yang sama juga dirasakan Ni Wayan Sutri, akibat tanamam cabainya yang rusak membuatnya pusing. Ini karena harga cabai kecil saat ini cukup bagus. “Sekarang lagi naik harganya. Sekitar Rp 40 sampai 50 ribu per kilogram. Itu harga yang kami jual ke pengepul,” sebutnya. 

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah sudah melakukan pengecekan ke lapangan. Pihaknya ingin memastikan, apakah tanaman cabainyang rusak diakibatkan cuaca atau hama. “Kami sudah langsung melakukan pengecekan. Memastikan cabai rusak karena hama atau memang cuaca panas,” kata Siki Ngurah. 

Dari data yang didapat, diakui juga ada beberapa petani di Karangasem yang cabainya terancam gagal. Seperti kelompok tani binaan di wilayah Kecamatan Kubu, terdapat 2 hektar cabai besar dan 5 hektar tanaman cabai kecil yang juga terancam gagal panen.

Sementara di wilayah rendang, satu dari dua hektar tanaman cabai di sana juga dilaporkan rusak dan terancam gagal panen. ****

Editor : Donny Tabelak
#Cabai #cuaca panas #desa bungaya #Bebandem