AMLAPURA, Radar Bali.id- Kebakaran terjadi di Pasar Menanga, Desa Menanga, Kecamatan Rendang pada Minggu malam (5/11/2023).
Kobaran api yang cukup besar tersebut melahap belasan bangunan kios dan lapak milik pedagang.
Perbekel Desa Menanga, I Made Hendra Sagita mengatakan, kebakaran tersebut diketahui terjadi pukul 23.45 Minggu malam. Saat itu, api pertama kali dilihat oleh sebagian warga dari salah satu kios pedagang.
“Informasinya api dilihat pertama kali dari salah satu kios pedagang. Tapi bukan api pertama kali bukan dari dalam kios. Tapi dari luar yang kebetulan ada tumpukan barang dagangan di depan salah satu kios,” ujarnya dikonfirmasi Senin (6/11/2023).
Saat hendak dipadamkan, api merambat dan membesar melahap sejumlah bangunan kios disampingnya mengakibat kobaran yang cukup besar.
Warga yang sudah berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya pun tak bisa berbuat banyak lantaran kobaran api sudah terlanjur menyebar melahap bangunan dan isi dari kios-kios tersebut.
“Kejadian itu dilaporkan ke Damkar. Dan selang setengah jam Damkar Klungkung dan Karangasem tiba untuk memadamkan api,” kata Hendra Sagita.
Api pun berhasil dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan kios lainnya yang mencapai puluhan. “Ada 12 kios terbakar, dan ada beberapa lapak milik pedagang. Totalnya 18 yang terbakar,” terang dia.
Belasan kios yang terbakar itu mulai dari kios sembako, pakaian, emas dan buah-buahan. Yang terbakar itu hanya bangunan kios saja, sementara pasar tradisional yang berada di belakang kios tak terdampak.
“Yang kios itu tidak ada yang bisa diselamatkan. Semuanya ludes. Bahkan ada satu pedagang beras yang mengaku 1,5 ton berasnya ludes akibat kejadian ini,” bebernya.
Dari 12 kios yang menjadi korban kebakaran. Dua di antaranya merupakan toko perhiasan emas. Nilai kerugian masing-masing toko emas pun ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Sementara pedagang sembako estimasi kerugiannya mencapai Rp 50 juta dan pedagang lainnya di bawah Rp 50 juta. “Ya sampai ratusan juta kira-kira,” ungkapnya.
Disinggung penyebab kebakaran, pihaknya belum bisa memastikan. Karena hingga saat ini aparat kepolisian Karangasem tengah melakukan penyelidikan.
Bahkan, Senin kemarin, tim Inafis telah melakukan olah TKP dan sepanjang kios yang terbakar dipasangi garis polisi.
Pihaknya juga mengaku terus berkoordinasi dengan pihak pedagang yang menjadi korban kebakaran untuk menghitung kerugiannya secara pasti supaya bisa dilaporkan ke pihak-pihak terkait agar bisa mendapatkan bantuan.
Pantauan di lokasi pada Senin kemarin, pascakejadian, sejumlah warga dan pedagang pun sempat melihat kondisi bangunan kios yang terbakar. Kios-kios tersebut hanya menyiasakan puing bangunan.
Salah seorang pedagang Wayan Suma mengaku cukup kaget dengan peristiwa kebakaran tersebut. Ia tak menyangka peristiwa kebakaran bakal menimpa Pasar Menanga.
“Kejadiannya begitu cepat. Apinya sangat besar,” ucapnya.
Sementara itu, Dinas Damkartan Kabupaten Karangasem mengerahkan sebanyak 12 orang personel dengan tiga unit armada Damkar untuk melakukan pemadaman.
“Pemadaman juga dibantu dari Damkar Klungkung. Dalam penanganan itu kami menghabiskan 13 ribu lter air,” kata Kepala Damkartan Karangasem I Made Agus Budiyasa. [*]
Editor : Hari Puspita