AMLAPURA, Radar Bali.id- Proyek konservasi penataan pesisir pantai Candidasa, Desa Bugbug oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida yang rencananya akan dilakukan pada April mendatang membuat sejumlah nelayan cemas.
Salah seorang nelayan di Candidasa yakni I Wayan Sudarma mengatakan, kekhawatiran empat kelompok nelayan yang terdiri dari Ayu Manik Segara, Amerta Baruna, Ayu Segara dan Sari Baruna ini bukan tanpa alasan.
"Kami khawatir saja ketika ada penataan, nanti perahu nelayan tidak ada alur menuju pantai. Tertutup sehingga tidak ada akses," kata Sudarma, Rabu (24/1/2024).
Terkait hal ini, anggota DPRD Karangasem asal Desa Bugbug, I Nengah Suparta pun mengaku terus berkoordinasi dengan pihak BWS Bali Penida memastikan penataan pesisir pantai Candidasa tidak mengganggu aktivitas nelayan setempat. "Dari pihak BWS sudah sepakat akan dibuatkan alur perahu untuk para nelayan," kata Supartha.
Politisi PDIP ini mengungkapkan, pembuatan alur perahu nelayan akan dibuat di dua titik. Yakni di depan Pura Segara, Banjar Adat Samuh dan wilayah Candidasa.
"Saya sudah tiga kali undang pihak BWS dan arsitek untuk memastikan proyek ini tidak menganggu aktivitas nelayan. Bertemu langsung nelayan," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, konsultan konservasi Pantai Candidasa, I Nyoman Sudita juga memastikan bahwa proyek penataan yang didanai oleh badan kerjasama pemerintahan Jepang dan Balai Wilayah Sungai yakni Jica tidak akan mematikan aktivitas para nelayan setempat. "Selain membuat dua titik alur perahu, para nelayan juga dibuatkan fasilitas, seperti membangun balai penyimpanan mesin perahu di empat titik,” katanya. [*]
Editor : Hari Puspita