Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Upacara Tawur Tabuh Gentuh Dipuput Lima Sulinggih, Begini Makna Prosesinya

Zulfika Rahman • Selasa, 12 Maret 2024 | 22:10 WIB
TAWUR TABUH GENTUH : Pelaksanaan upacara Tawur Tabuh Gentuh yang di Bencingah Agung serangkaian upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih. (Istimewa)
TAWUR TABUH GENTUH : Pelaksanaan upacara Tawur Tabuh Gentuh yang di Bencingah Agung serangkaian upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih. (Istimewa)

Gelar upacara Tawur Tabuh Gentuh yang merupakan rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih yang dilaksanakan di Bencingah Agung, pada Minggu (10/3/2024).

SESUAI  jadwal, upacara sakral itu dipuput lima sulinggih dari Siwa Buddha. Dari  keterangan Ketua Panita Karya IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, dalam penuturannya  mengatakan bahwa  sebelum digelar upacara Tawur Tabuh Gentuh ini, Sabtu (9/3/2024).

Yakni   bertepatan dengan Hari Raya Kuningam telah dilaksanakan upacara Mapepade lan Bhumi Sudha.

"Malamnya juga dilaksanakan upacara Memben. Upacara Memben itu adalah upacara melaspas bakti-bakti secara keseluruhan yang sudah munggah yang akan dipersembahkan dalam upacara Tawur Tabuh Gentuh," terangnya. 

Widiartha, menambahkan, untuk sarana upacara wewalungan yang dipergunakan saat mapepada, yakni kerbau, petu, menjangan, kucit butuan, kambing, kijang, petu, kambing ayam manca, ayam manca warna, brengkuak, dan serentetan upacara yang lainnya.

"Upacara Tabur Tabuh Gentuh dipusatkan di Bencingah Agung dipuput lima orang sulinggih dari kalangan Siwa Buddha," terang Widiartha.

Dia menambahkan, tujuan dari upacara tersebut yakni untuk nyomia atau menetralisir hal negatif  secara niskala. "Sekarang (kemarin) puncaknya nyomia bhuta kalanya saat Tawur Tabuh Gentuh, sehingga besok (hari ini) menjalankan Catur Brata Penyepian," paparnya.


Dia menjelaskan, dalam upacara Tawur Tabuh Gentuh, seluruh Umat Hindu  atau perwakilan Bendesa adat untuk nunas tirta. "Selain tirta, nantinya krama juga akan diberikan nasi tawur yang akan disebarkan ke krama di seluruh desa adat di Bali," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#besakih #upacara #karangasem #ritual