AMLAPURA, Radar Bali.id - Warga Desa Seraya Kecamatan Karangasem, hingga kini menanti realisasi pembangunan jembatan Sungai Yeh Banges yang sempat diwacanakan akan dikerjakan pada tahun 2024 ini.
Warga pun berharap agar jembatan bisa segera dibangun mengingat akses jalan tersebut sangat vital bagi perekonomian dan akses kendaraan warga dalam beraktivitas. Tapi, kalau hujan deras, kondisinya sangat mengkhawatirkan karena berbahaya.
Setiap hujan, jembatan tersebut menjadi langganan banjir akibat air meluap hingga menjadi aliran sungai yang menutup badan jalan. Praktis jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan jenis apa pun.
Perbekel Desa Seraya, I Wayan Dandri, dalam keterangannya kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya sering kali ditanya oleh masyarakat tentang kapan jembatan tersebut akan dibangun.
Mengingat sebelumnya sempat direncanaka pada bulan Mei 2024 namun hingga kini belum dikerjakan.
"Saya dapat informasi katanya sudah proses tender dan bulan-bulan ini akan dikerjakan, tapi pastinya saya tidak tahu. Karema belum ada surat resmi," kata Dandri saat dikonfirmasi Kamis (13/6/2024).
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-Perkim Kabupaten Karangasem, Wedasmara mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari PU Provins, Kamis kemarin ini sudah proses tandatangan. "Kemungkinan jika tidak ada hambatan paling lambat 14 hari ke depan keluar surat perintah kerja," kata Wedasmara.
Seperti diketahui, kondisi jalan di tukad Yeh Banges kerap kali menimbulkan masalah bagi warga. Setiap kali hujan turun, aliran air meluap mengingat kondisi jalan terdapat cekungan pada aliran sungai.
Sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat, aliran air sungai akan meluap dan menutupi badan jalan. Rencananya, pembangunan jembatan tersebut dianggarkan dengan nilai Rp 3 miliar. [*]
Editor : Hari Puspita