AMLAPURA, Radar Bali.id- Desa Duda Timur yang ada Kecamatan Selat menjadi satu-satunya desa di Bali, yang masuk enam besar lomba desa digital secara nasional.
Lomba yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia itu, menilai desa seluruh Indonesia terbaik dalam pengelolaan pemerintahan desa berbasis digital.
Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana mengaku, tak menyangka desa yang dia pimpin masuk enam besar lomba desa digital tahun 2025 ini. Menurutnya, ada banyak desa di Indonesia yang berkembang dan maju.
”Persaingan ketat dan banyak. Terlebih penerapan digitalisasi di desa-desa di luar banyak yang maju dan berkembang,” ungkapnya.
Menurut Pawana, Desa Duda Timur yang ia pimpin tersebut sangat transparan terkait keterbukaan informasi publik. Seperti program desa, dana desa dan lainnya. ”Pengelolaan APBDes kami gampang diakses dan bisa dilihat langsung oleh warga melalui aplikasi. Mungkin itu yang menjadi nilai plus,” tuturnya.
Selain keterbukaan informasi dalam pengelolaan pemerintahan desa, Pawana juga menyebut, dalam penerapan sistem desa digital, Duda Timur juga memiliki platform marketplace untuk membantu memasarkan produk UMKM milik masyarakat Duda Timur.
”Dagangan mereka dimunculkan di aplikasi dan web kami. Itu beberapa di antara sekian banyak penerapan sistem digital yang kami miliki,” terang Perbekel yang memiliki ciri khas berpakaian warna serba poleng itu.
Kemudian, saat Desa Duda Timur masuk 10 besar nasional. Mereka diuji oleh pihak kementerian untuk membuat sebuah aplikasi baru dalam waktu dua hari saja. Hal tersebut dilakukan untuk menguji kemampuan IT dari pegawai yang ada di desa.
”Waktu itu kami membuat aplikasi Siberdes. Tentang beras desa dari program pusat. Dari situ kami berhasil lolos enam besar,” imbuhnya.
Setelah masuk enam besar nasional, pada Kamis (31/7) lalu, perwakilan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia datang langsung ke Desa Duda Timur untuk melakukan kunjungan lapangan terkait penggunaan aplikasi dan digitalisasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Karangasem I Made Sugiartha juga mengapresiasi capaian tersebut. Dia berharap, ada desa-desa lain di Karangasem yang meraih prestasi yang sama bahkan lebih. ”Bisa masuk enam besar merupakan capaian yang luar biasa. Ini merupakan bentuk kerja keras dari Perbekel dan seluruh perangkat desa,” sebutnya. [*]
Editor : Hari Puspita