Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada! Karangasem Berpotensi Terjadi Banjir Rob 7-11 Oktober Akibat Fenomena Perigee Bulan

Zulfika Rahman • Jumat, 3 Oktober 2025 | 21:07 WIB
Ilustrasi gelombang besar- Jawa Pos.com
Ilustrasi gelombang besar- Jawa Pos.com

 

AMLAPURA, Radar Bali.id – Warga pesisir dan nelayan di Kabupaten Karangasem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi Banjir Rob (air pasang tinggi) dalam waktu dekat.

Fenomena alam yang dikenal sebagai Fase Perigee (jarak terdekat bulan dengan bumi) diprediksi akan memicu gelombang tinggi dan air laut naik drastis di sejumlah wilayah pesisir Bali, termasuk Karangasem, mulai tanggal 7 hingga 11 Oktober ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, pada Kamis (2/10/2025), menegaskan bahwa ancaman ini perlu disikapi serius, mengingat panjangnya garis pantai di Karangasem dan banyaknya permukiman di wilayah tersebut.

Imbauan untuk Warga Pesisir dan Nelayan

Untuk memitigasi risiko, BPBD Karangasem mengeluarkan sejumlah imbauan mendesak, khususnya bagi warga yang tinggal di bibir pantai dan para nelayan.

  1. Amankan Diri dan Barang Berharga Sebelum 7 Oktober Arimbawa meminta agar warga yang bermukim di pesisir pantai untuk segera mengamankan diri, keluarga, dan barang berharga ke tempat yang lebih aman sebelum tanggal yang diprediksi. "Ancaman banjir rob bisa datang tiba-tiba, terutama saat malam hari ketika warga tertidur pulas," terangnya.
  2. Tunda Melaut dan Pindahkan Jukung Para nelayan diimbau untuk menunda aktivitas melaut sementara waktu apabila sudah terlihat tanda-tanda air laut mulai naik. Selain itu, jukung nelayan yang biasanya ditambatkan di bibir pantai diminta untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan aman.

"Berkaca dari banjir rob sebelumnya, banyak jukung nelayan yang rusak akibat dihantam banjir. Kami mohon agar jukung dipindah hingga kondisi benar-benar membaik," tambah Arimbawa.

  1. Waspada dan Ikuti Informasi Resmi Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan secara aktif mengikuti informasi terkini dari BMKG maupun instansi terkait lainnya. Selain itu, wisatawan juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah pesisir pantai selama periode tersebut.

Kendati potensi banjir rob tinggi, BPBD Karangasem meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan.

"Cuma tetap waspada saja, tapi jangan panik berlebihan. Prioritas utama adalah keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan," tutupnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#rob #ombak #karangasem #gelombang tinggi #fenomena alam