AMLAPURA, Radar Bali.id – Aktivitas pendakian ke Gunung Agung mengalami penurunan drastis jelang akhir tahun 2025. Jumlah pendaki harian anjlok hingga lebih dari 60 persen dibandingkan bulan sebelumnya, terlepas dari isu kemunculan asap putih yang sempat beredar di media sosial.
Ketua Pemandu Pendakian Gunung Agung jalur Pasar Agung, I Wayan Widi Yasa, mengatakan penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama.
”Lumayan penurunannya. Kalau dibanding bulan sebelumnya per hari bisa 50 pendaki, saat ini hanya 20 per hari,” ungkap Yasa.
Faktor Cuaca dan Low Season
Penurunan jumlah pendaki, baik domestik maupun asing, ini terjadi merata di semua jalur pendakian. Yasa menegaskan faktor utama adalah:
- Intensitas hujan yang cukup tinggi: Kondisi cuaca buruk membuat para pendaki mempertimbangkan keselamatan mereka.
- Memasuki low season: Masa-masa jelang akhir tahun seringkali merupakan periode sepi bagi pariwisata petualangan.
Yasa juga membantah bahwa penurunan pendaki disebabkan oleh isu kemunculan asap putih Gunung Agung yang sempat berseliweran di media sosial. ”Tidak ada pengaruhnya. Ini murni karena faktor cuaca dan juga memasuki low season,” tegasnya.
Pihaknya menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan isu yang tidak bersumber dari pihak yang berkompeten. Yasa memastikan, hingga saat ini status Gunung Agung tetap normal.[*]
Editor : Hari Puspita