KARANGASEM, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Karangasem mulai mematangkan peta jalan pembangunan ke depan.
Hal ini ditandai dengan digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 untuk menyusun arah kebijakan tahun 2027.
Forum strategis yang diikuti oleh 128 peserta dari unsur pemda, DPRD, akademisi, hingga tokoh masyarakat ini menjadi wadah adu gagasan untuk menyelesaikan berbagai 'PR' klasik di Karangasem.
Isu Krusial Jadi Sorotan
Kepala Bappeda Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara, menyebutkan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Sejumlah masalah menahun di Karangasem dibedah habis untuk dicarikan jalan keluarnya.
"Semua usulan dan masalah dibahas di sini. Mulai dari belum optimalnya pengembangan potensi wilayah, tingginya angka kemiskinan, sengkarut pengelolaan sampah, akses air bersih, hingga kerusakan infrastruktur jalan di beberapa wilayah," papar Gus Widi pada Senin (30/3/2026).
Anggaran Terbatas, Skala Prioritas Jadi Kunci
Banyaknya masalah berbanding lurus dengan besarnya usulan program. Tercatat, usulan dari berbagai perangkat daerah mencapai 207 program, 479 kegiatan, dan 1.462 sub-kegiatan. Jika ditotal secara finansial, Karangasem membutuhkan dana fantastis sebesar Rp 1,84 triliun!
Menyikapi angka tersebut, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, meminta jajarannya realistis dan jeli melihat kondisi keuangan daerah yang terbatas.
"Penyusunan RKPD 2027 harus mampu menjawab tantangan di berbagai sektor. Namun karena keterbatasan anggaran, kami wajib mendahulukan yang skala prioritas dan sangat mendesak dibutuhkan oleh masyarakat," tandas Bupati yang akrab disapa Gus Par ini. [*]
Editor : Hari Puspita