AMLAPURA, Radar Bali.id – Krisis kelangkaan pegawai membayangi jalannya roda pemerintahan di ujung timur Pulau Dewata.
Hingga memasuki pertengahan tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem masih dibuat ketar-ketir lantaran belum ada kejelasan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Baca Juga: Pemkab Badung Raih Penghargaan BKN atas Implementasi 12 Kebijakan Pro Karier ASN
Padahal, di sisi lain, tercatat ada sebanyak 324 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karangasem yang memasuki masa pensiun di tahun 2026 ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karangasem, Cokorda Alit Surya Prabawa, 46, mengungkapkan bahwa ratusan ASN yang purnatugas tahun ini merupakan kombinasi dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) murni dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sebelumnya lolos seleksi di usia tua.
”Setiap tahun ada ratusan ASN kami yang pensiun. Kondisi ini tentu membuat jumlah riil ASN di Karangasem terus berkurang secara signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media pada hari Selasa, 30 Juni 2026.
Guna menambal lubang kekurangan jumlah abdi negara tersebut, Pemkab Karangasem kini hanya bisa menggantungkan harapan pada kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Namun, hingga detik ini, hilal mengenai kuota formasi rekrutmen belum juga tampak. ”Sampai sekarang belum ada surat edaran atau pemberitahuan resmi mengenai itu. Kemungkinan besar pihak pusat masih melakukan penataan skema soal ini,” jelas Cokorda Alit Surya Prabawa.
Pejabat berkacamata ini menambahkan, keseriusan daerah dalam memohon formasi ini tidak main-main. Pemkab Karangasem melalui Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bahkan sempat turun langsung mendatangi kantor Kementerian di Jakarta. Langkah jemput bola itu dilakukan agar Karangasem bisa diprioritaskan mendapat jatah formasi, sehingga kinerja pelayanan publik tidak kedodoran.
”Karena bagaimanapun, jumlah pegawai kita terus menyusut setiap tahun akibat pensiun, dan jumlah yang keluar itu banyak. Kalau tahun ini tidak ada formasi CPNS yang dibuka, tentu akan sangat berpengaruh negatif terhadap ritme kinerja organisasi di daerah,” urainya cemas.
Berdasarkan data mutakhir yang dikantongi BKPSDM Karangasem, jumlah total ASN yang aktif saat ini mencapai 9.434 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 4.350 orang berstatus PNS dan sisanya merupakan pegawai PPPK. ”Kondisi ini akan semakin berat jika tidak ada regenerasi, sebab jika dihitung secara jangka panjang sampai tahun 2029 mendatang, total ada 1.047 ASN di Karangasem yang akan pensiun,” tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita