Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dominan Sasar Sektor Hospitality, Warga Karangasem Minat Jadi PMI Masih Cukup Tinggi

Zulfika Rahman • Minggu, 12 Juli 2026 | 07:12 WIB
Ilustrasi pekerja migran. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi pekerja migran. (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Minat masyarakat Kabupaten Karangasem untuk mengadu nasib ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) tergolong sangat tinggi.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Karangasem hingga akhir semester pertama, persisnya Selasa (30/6/2026), jumlah warga yang memproses keberangkatan sebagai PMI telah mendekati angka seribu orang.

Baca Juga: Wawali Arya Wibawa Dampingi Menteri P2MI Lepas 1.000 Pekerja Migran ke Bulgaria, Tekankan Jaga Nama Baik Bangsa

Kepala Disnaker Karangasem, I Ketut Mertadina, 52, mengungkapkan bahwa pada periode tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 1.214 warga Karangasem yang bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Dari Rusia Jenazah Pekerja Migran Segera Dipulangkan ke Jembrana, Begini Perkembangannya

 

Sedangkan pada tahun 2026 ini, sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, sudah tercatat sebanyak 963 orang yang mendaftarkan diri.

”Baru satu semester saja jumlahnya sudah hampir mendekati capaian total di tahun 2025. Jika tren ini berlanjut sampai akhir tahun, kemungkinan besar angka warga Karangasem yang memilih bekerja ke luar negeri akan melonjak lebih tinggi,” ungkap Mertadina.

Mertadina menuturkan, warga Karangasem yang bekerja sebagai PMI mayoritas terserap di sektor hospitality. Lapangan pekerjaan yang disasar cukup beragam, mulai dari awak kapal pesiar, pekerja darat, staf hotel, hingga terapis spa. Negara tujuannya pun sangat bervariasi, seperti Turki, Jepang, hingga sejumlah negara di benua Eropa.

Di sisi lain, pihaknya juga menyoroti maraknya kasus kemalangan PMI yang meninggal dunia di luar negeri, di mana mayoritas korbannya berangkat melalui jalur nonprosedural alias ilegal. Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Disnaker mengimbau keras warga Karangasem agar selalu memanfaatkan agen-agen penyalur keberangkatan yang legal dan terdaftar resmi.

”Kami terus mengimbau warga agar selalu mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku. Keberangkatan yang sah sangat penting, sehingga ketika timbul masalah di negara tujuan, negara bisa hadir untuk memfasilitasi dan mengurus kepulangannya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Provinsi Bali saat ini menempati peringkat keenam secara nasional sebagai penyumbang PMI terbanyak di Indonesia. Sementara untuk peta pemetaan regional di Pulau Dewata, Kabupaten Karangasem menduduki peringkat kedua terbesar sebagai penyumbang PMI setelah Kabupaten Buleleng. [*]

Editor : Hari Puspita
disnaker Ketenagakerjaan imigrasi pekerja migran PMI asal bali