Puluhan lampu hias pohon yang menggantung di sepanjang kawasan Jalan Veteran (Jalur 11), Amlapura, Karangasem kini mati total. Lampu hias yang sebelumnya sempat mempercantik kawasan Taman Jagat Karana tersebut kini tampak tak lagi memancarkan keindahan pada pohon-pohon di sana.
ONGKOSNYA tidak murah. Biaya pengadaan fasilitas penerangan hias yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem tersebut menghabiskan anggaran daerah hingga ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Bakal Tetapkan Tersangka, Geber Penyidikan Korupsi Lampu Hias, Begini Penjelasan Kajari Karangasem
Saat awal pemasangan, lampu hias itu memang diproyeksikan untuk memperindah wajah Taman Jagat Karana di Jalur 11. Lampu dipasang menghiasi pohon-pohon perindang di sisi jalan hingga pohon yang berada di median jalan, sehingga pada malam hari kawasan tersebut terlihat lebih menarik dan estetik.
Salah seorang warga, Saiful, 38, yang kerap melintas di jalan tersebut mengaku bahwa matinya lampu-lampu hias itu sudah berlangsung cukup lama.
”Sudah tiga mingguan saya tahunya. Biasanya menyala kelap-kelip,” ujarnya pada Kamis (6/8/2026) Wita.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan bahwa matinya puluhan lampu hias tersebut terjadi secara serentak. Belum diketahui secara pasti apa penyebab utama padamnya fasilitas tersebut.
Padahal, anggaran yang dihabiskan melalui APBD Perubahan 2024 lalu mencapai Rp 250 juta.
Pengadaan lampu hias tersebut dilakukan melalui mekanisme e-catalog dan dikerjakan oleh kontraktor yang sama dengan pelaksana proyek LPJU hias milik Dinas Perhubungan Karangasem yang saat ini kasus hukumnya sedang bergulir di Kejaksaan Negeri Karangasem.
Sangat disayangkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, I Made Wiguna belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait penyebab padamnya lampu hias tersebut melalui pesan WhatsApp (WA). [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali