TEJAKULA, radarbali.id- Ni Made Raningsih, S.Pd., M.Si., dan timnya terpilih sebagai penerima pendanaan dalam program pengabdian kepada masyarakat pemula.
Dana ini berasal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dengan nomor 0793/D4/AL.04/2023.
Tim terdiri dari Ni Made Raningsih, Ns. Putu Indah Sintya Dewi, S.Kep., M.Kes, dan Luh Putu Desy Puspaningrat, SKM., M.Si.
Mereka berasal dari STIKes Buleleng dan berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan dan Sarjana Farmasi.
Program ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Sarining Pertiwi 2, petani garam tradisional di Desa Tejakula.
Awalnya, observasi dilakukan dari Juni hingga Oktober 2023. Hasilnya, proses pembuatan garam lokal di Desa Tejakula menggunakan metode tradisional dengan bahan dasar tanah dan air laut.
Kelompok Tani Sarining Pertiwi 2, yang terdiri dari 10 anggota, memproduksi garam dengan kualitas tinggi, tetapi masih menghadapi kendala dalam pemasaran lokal.
Raningsih mengungkapkan, garam Tejakula sebenarnya punya potensi besar. Dengan tambahan herbal lokal seperti lengkuas, kunyit, dan sereh, garam bisa digunakan menjadi produk herbal.
Melalui kegiatan ini tim pengabdian memberikan transfer teknologi berupa alat pengiris untuk pengolahan herbal tersebut untuk menjadi produk “foot salt therapy”.
“Kami ingin meningkatkan nilai produk garam lokal dengan mengembangkan foot salt therapy. Produk ini memiliki manfaat untuk kesehatan, termasuk relaksasi, detoksifikasi tubuh, dan perawatan kaki,” ujar Raningsih.
Terkait kendala pemasaran, pihaknya memberikan edukasi, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada kelompok petani garam Sarining Pertiwi 2.
Selanjutnya, produk ini akan dipasarkan secara online melalui aplikasi marketplace, dengan dukungan berkelanjutan dari tim pengabdian. (rba/ken)
Editor : Rosihan Anwar