Oleh: dr. Evangelista Maria Pangkahila, S.Ked
VITAMIN D merupakan salah satu vitamin yang bersifat larut dalam lemak meliputi Vitamin D1, D2 dan D3. Vitamin D yang juga disebut “sunshine vitamin”, sering dikaitkan dengan beberapa penyakit mulai dari penyakit degeneratif sampai keganasan.
Menurut beberapa studi melaporkan bahwa di Jakarta dan Bekasi menunjukkan bahwa 74 subjek wanita yang berusia 60-75 tahun mengalami kekurangan vitamin D sebesar 35,1%.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan asupannya dari makanan dan suplemen tertentu untuk memastikan kadarnya dalam darah terpenuhi.
Salah satu fungsi penting dari vitamin ini adalah mengatur penyerapan kalsium dan fosfor serta memfasilitasi fungsi sistem kekebalan yang normal.
Ini artinya, mendapatkan cukup vitamin D sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi, serta meningkatkan ketahanan terhadap penyakit tertentu.
Memenuhi asupan Vitamin D mendapatkan beberapa manfaat untuk tubuh, seperti mengurangi risiko multiple sclerosis, menurunkan potensi gangguan jantung.
Kadar vitamin D yang rendah juga memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan stroke, vitamin D dapat membantu menurunkan potensi seseorang mengalami flu parah dan COVID-19 dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D juga memiliki peran penting dalam mengatur suasana hati dan mengurangi risiko depresi.
Sumber vitamin D dapat diperoleh dari sinar matahari yang mengandung sinar UVB. Terpapar sinar matahari 5-30 menit setiap 2- 3 kali perminggu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh dan waktu yang baik untuk berjemur di bawah sinar matahari yaitu mulai pukul 11.00 - 14.00.
Vitamin D yang berasal dari makanan dapat dibedakan menjadi tiga, yakni yang berasal dari sumber asli, ASI, dan suplemen. Sumber vitamin D yang berasal dari sumber asli di antaranya ikan salmon, ikan makarel, ikan tuna, minyak hati ikan cod, jamur, dan kuning telur.
Mengonsumsi minyak ikan minimal 3-4 kali/minggu dapat membantu mengoptimalkan kebutuhan vitamin D dalam tubuh. Dosis dan pemakaian vitamin D sesuai dengan kondisi kesehatan dan usia. Namun, secara umum, vitamin D dengan dosis 400 sampai 5.000 IU. Sementara itu, dosis lebih tinggi hanya berdasarkan resep dokter. (*)
Editor : Rosihan Anwar