BADUNG, radarbali.jawapos.com – Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Oleh karena itu, guna memastikan Peserta JKN akan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di FKTP selaku gate keeper layanan kesehatan, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Dr. Ir. Edwin Aristiawan, M.M melakukan kunjungan lapangan ke Klinik Pratama Gangga Medika pada Kamis (24/10).
Pada Kegiatan ini, BPJS Kesehatan turut memberikan kepada Klinik Gangga Medika atas capaiannya dalam implementasi Integrasi Primary Care (P-Care), Antrean Online dan I-Care.
“Intergrasi P-Care untuk FKTP serta Integrasi I-Care untuk FKTP dan peserta JKN dapat digunakan untuk melihat riwayat layanan kesehatan yang telah dijalani oleh peserta JKN,” ujar Edwin.
Tidak kalah penting, Edwin menyatakan keberadaan antrean online juga merupakan salah satu upaya mengoptimalisasi transformasi mutu layanan dalam pelaksanaan Program JKN yang mudah, cepat dan setara.
Edwin berharap setiap peserta dapat memanfaatkan sistem antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN yang telah terintegrasi dengan sistem di FKTP.
“Semoga penggunaan antrean online di klinik dapat dilaksanakan oleh seluruh peserta JKN. Pada dasarnya antrean online ini memiliki konsep untuk mengurangi antrian dan meningkatkan kenyamanan peserta,” jelas Edwin.
Direktur Operasional Klinik Pratama Gangga Medika I Dewa Agung Putu Karawista mengatakan jika pihak berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan siap mematuhi peraturan yang berlaku.
“Sistem rekam medis kami sudah terbridging dengan PCare, I-Care dan dan juga yang tidak kalah hebatnya adalah sistem antrean online yang telah terimplementasi. Hal ini tentu saja sangat membantu dan bermanfaat bagi FKTP dan tentu saja peserta JKN,” jelas Karawista
Karawista menambahkan jika melalui sistem antrean online, peserta JKN dapat mengantri secara online, efisiensi waktu dan diperlakukan sama dengan pasien umum lainnya..
“Selain itu, melalui I-Care JKN atau fitur Info Riwayat Pelayanan pada Aplikasi Mobile JKN dapat memudahkan dokter untuk mengetahui riwayat perjalanan penyakt pasien.
Hal ini tentu sjaa sangat membantu tenaga kesehatan untuk dapat memutuskan dan memberikan pelayanan yang lebih baik di kemudian hari,” jelas Karawista.
Karawista mengapresiasi Program JKN yang telah melalui banyak transformasi menuju arah yang sangat baik dan disertai dengan teknologi yang sangat berkembang demi meningkatkan kualitas layanan terhadap peserta JKN
“Menurut saya semua inovasi dalam pelaksanaan Program JKN merupakan terobosan yang sangat bagus untuk peningkatan mutu layanan yang cepat, mudah dan setara bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Karawista.
Setiap peserta JKN layak diberikan pelayanan yang sama dan tanpa membeda-bedakan, selain didukung oleh sarana dan prasarana seperti antrean online, hal ini tentu saja harus didukung pula oleh peserta JKN yang siap mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Saya harap kedepannya seluruh peserta JKN dapat memaksimalkan penggunaan aplikasi aplikasi Mobile karena sistem yang canggih harus didukung pula oleh peserta yang terbuka dan siap mengikuti kemajuan teknologi,” jelasnya.
Bagi peserta sehat, Edwin merekomendasikan untuk mengakses fitur Bugar dan skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN.
“Melalui fitur Bugar, peserta JKN dapat memantau secara langsung dan mudah kondisi kebugaran fisiknya melalui beberapa indikator.
Sedangkan melalui pengisian skrining riwayat kesehatan, peserta dapat mendeteksi sedari dini resiko terkena diabetes, hipertensi, gagal ginjal dan jantung coroner,” pungkas Edwin. (*)
Editor : Rosihan Anwar