Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diskes Bali Serius Deteksi Penderita TBC, Pengobatan Gratis, Masyarakat Diminta Jangan Takut ke Faskes

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 13 November 2024 | 16:07 WIB
DETEKSI: Ilustrasi penyakit TBC dalam anatomi tubuh
DETEKSI: Ilustrasi penyakit TBC dalam anatomi tubuh

DENPASAR, radarbali.jawapos.com  Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Bali serius mendeteksi penderita tuberkulosis (TBC) memenuhi target dari pemerintah pusat. Meski, Bali tidak masuk provinsi dengan kasus tertinggi. 

Minimal harus ada 90 persen dari estimasi kasus  yang diberikan oleh pemerintah  pusat. Adapun estimasi kasus dari pusat 6.459  kasus untuk di Bali. 

Hal itu disampaikan oleh Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Bali I Nyoman Sudiasa mengakui,  ditemukan angka perkiraan kasus itu dari pemerintah pusat, pihaknya tidak mengetahui  proses hitung-hitungan tersebut.

Dari estimasi 6.459 dari pemerintah pusat  hingga saat ini baru mencapai 69 persenan. “Semoga akhir tahun tercapai minimal 90 persen. Dengan target 90 persen keberhasilan pengobatan,” jelasnya.

Penderita TBC tidak hanya orang dewasa saja,  tapi juga balita dan anak-anak. Paling kecil  ditemukan pasien TBC di Bali berusia di atas 3 tahun. 

Namun,kata Sudiasa penyakit  disebabkan karena penyebaran bakteri, maka bagi pasien harus rutin berobat  sampai sembuh. Tidak hanya itu Diskes serta faskes yang ada di kabupaten/kota harus juga skrining keluarga atau teman dekat penderita.

”Kadang-kadang tidak semua pasien melakukan evaluasi karena pasiennya banyak dari luar Bali sehingga pindah-pindah. Sedangkan petugas faskes harus mencatat pengobatan pasien hingga dinyatakan sembuh,”katanya.

Sudiasa berharap penemuan kasus tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Data sementara 4.392 kasus tahun ini, sedangkan tahun 2023 sebanyak 5.226 kasus.

Ada selisih sekitar 900-an  kasus.”Kami menemukan sebanyak-banyaknya kalau sudah hampir seluruh kasus jadi rantai penularannya pasti  terputus,” jelasnya.

 Baca Juga: Ditantang Duel di Ring Tinju oleh Denny Sumargo, Jawaban Farhat Abbas Bikin Ngakak

Anggaran dalam penanganan TBC   sebenarnya minim  kalau bersumber dari APBD dan APBN, namun selama ini dibantu oleh pihak ketiga bernama Global Fund.

Bantuan dari Global Fund untuk mengobati pasien, sedangkan anggaran dari APBD dan APBN untuk monitoring ke faskes kabupaten/kota.”Secara anggaran sekarang sebagian besar donor fund melalui pusat. APBD ada sedikit kalau kami Bali bisa untuk monitoring,” ucapnya.

Sudiasa mengimbau bagi masyarakat jangan takut untuk berobat ke faskes jika sakit dengan gejala mengarah ke  TBC. Meski, tidak memiliki BPJS Kesehatan tetap akan dilayani dan diberikan pengobatan tanpa biaya.

“TBC mudah tidak punya BPJS bisa dilayani nanti berapa tidak bisa dicopy BPJS bisa dibiayai Global Fund . Mau BPJS atau tidak datang ke pelayanan kesehatan,” tegasnya.***

Editor : M.Ridwan
#diskes bali #tbc #kasus tbc #dinas kesehatan bali #bali