RADAR BALI - Ular weling (bungarus candidus) adalah salah satu dari 77 ular berbisa yang ditemukan di Indonesia.
Bisa ular weling bersifat neurotoksin yang menyerang sistem saraf pusat, sehingga berpotensi menyebabkan korban mengalami kelumpuhan, gangguan pernafasan, hingga kematian bila tidak segera ditangani.
Ada dua jenis gigitan ular, yakni gigitan kering atau gigitan yang tidak mengandung bisa.
Jenis gigitan kedua adalah gigitan basah yang disertai masuknya racun ular ke sistem kelenjar getah bening sehingga menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu empat jam hingga 12 jam.
Ular weling termasuk salah satu jenis ular yang sangat beracun. Tingkat kematian akibat bisa ular weling mencapai 60-70 persen. Hanya dibutuhkan 1 ml bisa ular weling untuk membunuh manusia seberat 75 kg.
Karena bisa ular masuk menyebar melalui kelenjar getah bening, tidak ada manfaatnya untuk menyerap darah dari luka bekas gigitan.
Jika tergigit ular berbisa, termasuk ular weling, ada sejumlah hal yang harus dilakukan:
1. Stabilkan detak jantung korban dan minimalkan gerakan tubuh untuk memperlambat penyebaran bisa racun.
2. Hindari menyayat luka, menghisap darah dari luka, atau membalur luka dengan ramuan tradisional.
3. Lepas gelang, cincin, dan aksesoris dari area gigitan untuk menghindari pembengkakan.
4. Hambat aliran racun dengan menekuk bagian tubuh (siku bila tergigit di tangan atau tungkai bila tergigit di kaki).
5. Gunakan juga kain atau kreb untuk mengikat bagian tubuh di sekitar area yang tergigit sekencang mungkin.
6. Upayakan bagian tubuh yang tergigit ular berada lebih rendah dari jantung dan kepala.
7. Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan (bila dimungkinkan, identifikasi jenis ular yang menggigit untuk membantu petugas kesehatan memberikan antivenom yang sesuai).
8. Pastikan fasilitas kesehatan melakukan upaya untuk melonggarkan saluran nafas korban atau memberikan bantuan oksigen serta tidak memulangkan korban sampai masa kritis (24 jam) terlampaui.
Gejala ikutan yang lazim ditemui pada orang yang tergigit ular adalah pusing, mual, muntah, sakit kepala, atau diare.
Korban juga bisa mengalami kejang dan kelumpuhan pada sebagian atau seluruh anggota gerak.
Saat ini Indonesia memiliki antivenom serum anti bisa ular (SABU) yang dapat digunakan untuk mengatasi gigitan tiga jenis ular sekaligus, yakni ular weling, ular kobra jawa, dan ular viper tanah. ***