Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Awas! Dokter Anak Ingatkan Bahaya Serius BPA bagi Bayi dan Balita

Acep Tomi Rianto • Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:25 WIB
Ilustrasi gallon air- JawaPos.com
Ilustrasi gallon air- JawaPos.com

 

RadarBali.id – Para dokter spesialis anak di Indonesia kembali menegaskan bahaya serius dari paparan senyawa Bisfenol A (BPA), terutama bagi kelompok usia rentan, yakni bayi, balita, dan janin.

BPA, yang umum ditemukan dalam berbagai kemasan plastik, berpotensi memicu serangkaian gangguan kesehatan jangka panjang, mulai dari masalah hormonal, perkembangan otak, hingga risiko penyakit kronis.

Dokter mengimbau para orang tua untuk lebih cermat dan waspada dalam memilih produk harian anak, khususnya yang berkaitan dengan makanan dan minuman, sebagai upaya perlindungan maksimal pada masa 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat krusial.

BPA: 'Pengganggu' Endokrin yang Mengintai Tumbuh Kembang Anak

BPA merupakan bahan kimia industri yang digunakan untuk mengeraskan plastik polikarbonat (biasanya ditandai dengan kode daur ulang nomor 7) dan melapisi bagian dalam kaleng makanan atau minuman.

Dokter anak menyebut BPA sebagai endocrine disruptor atau pengganggu hormon karena sifatnya yang dapat meniru hormon estrogen dalam tubuh manusia.

Anak-anak, khususnya balita, dinilai lebih rentan terhadap efek BPA. Hal ini disebabkan sistem metabolisme mereka belum sepenuhnya berkembang untuk memproses dan mengeluarkan bahan kimia tersebut dari tubuh. Paparan yang terakumulasi dalam jangka panjang inilah yang dapat memicu serangkaian masalah kesehatan serius.

Dampak Fatal Paparan BPA pada Anak

Berdasarkan studi dan peringatan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) serta pakar kesehatan, dampak buruk paparan BPA pada balita meliputi:

Sumber Utama Paparan BPA yang Sering Diabaikan

Dokter mengingatkan, meskipun pemerintah telah mengatur agar botol susu dan alat makan bayi wajib bebas BPA, sumber paparan lain sering kali tidak disadari oleh orang tua. Sumber-sumber tersebut meliputi:

  1. Air Minum Kemasan Galon Polikarbonat: Air minum yang dikonsumsi setiap saat menjadikan galon air minum dalam kemasan (AMDK) dari plastik polikarbonat berpotensi melepaskan BPA, terutama jika galon sudah lama, kusam, atau terkena suhu tinggi.
  2. Wadah Makanan dan Minuman Plastik: Kotak makan, piring, gelas, dan botol minum plastik yang tidak berlabel "BPA Free" atau memiliki kode daur ulang nomor 3 atau 7.
  3. Mainan Plastik: Balita memiliki kecenderungan menggigit mainan, yang dapat memicu pelepasan BPA.
  4. Makanan Kaleng: Lapisan resin epoksi di bagian dalam sebagian besar makanan dan minuman kaleng juga mengandung BPA.

Langkah Praktis Pencegahan untuk Orang Tua

Para dokter menekankan bahwa melindungi anak dari BPA harus menjadi prioritas utama. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua:

Kewaspadaan dan kecermatan orang tua dalam memilih produk harian adalah kunci untuk menjamin tumbuh kembang balita yang sehat dan optimal, bebas dari risiko gangguan kesehatan jangka panjang akibat paparan bahan kimia berbahaya.[*]

Editor : Hari Puspita
#kesehatan #air minum #penyakit kronis #bpa