AMLAPURA, RadarBali.id – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mengatasi masalah stunting membuahkan hasil signifikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem mencatat prevalensi kasus stunting di kabupaten tersebut per bulan Oktober 2025 berhasil ditekan hingga mencapai 4,50 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan yang menggembirakan dibanding catatan tahun 2024 lalu yang berada di angka 5,02 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, pada Kamis (13/11/2025), mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan untuk terus menekan angka stunting. Ia menjelaskan bahwa stunting dipengaruhi oleh faktor yang kompleks.
“Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting. Ini bukan hanya soal makanan, tapi juga pola asuh dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum serta pada masa kehamilan,” ujar Bagus Putra Pertama.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur. "Pola akses seperti belum maksimalnya akses ke air bersih dan sanitasi juga menjadi faktor kritis terjadinya stunting ini,” tambahnya.
Langkah Strategis Diskes Karangasem
Melihat kasus stunting yang dipengaruhi banyak faktor, Dinkes Karangasem telah mengambil langkah-langkah strategis komprehensif, meliputi:
- Peningkatan Edukasi: Mengintensifkan penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap kesehatan dan gizi.
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Menyediakan PMT yang berbasis pangan lokal, diberikan kepada balita bermasalah gizi dan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
- Bantuan Khusus Medis: Menyediakan dan memberikan pangan olahan untuk keperluan medis khusus, berupa susu yang direkomendasikan dari dokter ahli anak bagi balita stunting.
- Skrining dan Intervensi Remaja: Melakukan skrining anemia dan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri.
- Pemeriksaan dan Pendampingan Ibu Hamil: Melakukan pemeriksaan rutin bagi seluruh ibu hamil, baik yang berisiko stunting maupun tidak.
- Perbaikan Sanitasi Lingkungan: Melakukan sosialisasi desa bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan mendorong pemanfaatan air bersih.
Imbauan untuk Ibu Hamil
Sebagai langkah pencegahan utama, Bagus Putra Pertama mengimbau masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, untuk memperhatikan pola asupan gizi selama masa kehamilan.
“Ibu hamil wajib mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah agar bayi di dalam kandungan tumbuh sempurna. Pencegahan adalah kunci,” tegasnya.[*]
Editor : Hari Puspita