Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bertahan dengan Gagal Ginjal, Ainun Ditolong BPJS Kesehatan

Rosihan Anwar • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:15 WIB
Ainun Rahmah.
Ainun Rahmah.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Penyakit ginjal dapat menyebabkan fungsi ginjal dalam membersihkan dan menyaring limbah atau racun dari darah menjadi terganggu.

Saat terjadi gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis saat itulah tubuh membutuhkan alat medis untuk melakukan proses cuci darah yang dikenal dengan hemodialisis.

Hemodialisa menjadi pengganti peran ginjal dalam menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah. Sehingga hemodialisis memiliki tujuan untuk mengontrol tekanan darah, menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, mengeluarkan limbah metabolisme dari darah, dan mencegah komplikasi akibat penumpukan racun dalam tubuh.

Hemodialisa menjadi salah satu tindakan medis yang ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ainun Rahmah menjadi salah satu peserta JKN yang sudah merasakan manfaat dari program ini.

“Hidup berdampingan dengan gagal ginjal saja sudah sangat menakutkan, apalagi kalau harus menyiapkan biaya besar untuk hemodialisis.

Saya sangat bersyukur karena melalui Program JKN, seluruh biaya hemodialisis ditanggung sehingga saya bisa berobat tanpa terbebani masalah finansial,” ujar Ainun.

Ainun telah menjalani hemodialisis selama 11 tahun. Sejak dokter menyatakan ia menderita gagal ginjal pada tahun 2014, hemodialisis menjadi tindakan medis yang harus ia jalani secara rutin agar bisa menggantikan fungsi ginjalnya.

Tindakan medis ini membutuhkan biaya yang besar, satu kali prosedur hemodialisis itu berkisar dari Rp 1.000.000 s/d Rp 2.000.000 tergantung dari rumah sakit dan jenis pelayanannya.

“Saya harus hemodialisa dua kali seminggu, jadi setiap bulan biayanya bisa mencapai 8 juta rupiah sampai 16 juta rupiah. Itu belum termasuk obat dan konsultasi dokter yang tentu membuatnya lebih mahal,” kata Ainun.

Untuk itu, Ainun sangat bersyukur selama 11 tahun menjalani tindakan medis hemodialisa, ia tidak perlu membayar biaya apapun, karena semua biaya sudah ditanggung oleh Program JKN.

Selain hemodialisa Program JKN juga menanggung berbagai kebutuhan penunjang lain yang Ainun perlukan seperti obat-obatan rutin, dan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

“Saya sudah mulai hemodialisa sejak 11 tahun yang lalu, saya sangat bersyukur menjadi peserta BPJS Kesehatan. Jadi saya tidak perlu khawatir dengan biaya.

Semisal saya tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan saya kemungkinan belum tentu bisa rutin untuk hemodialisa, belum lagi dengan adanya kontrol rutin ke dokter spesialis penyakit dalam dan pengambilan obat rutin. Saya sangat bersyukur menjadi peserta BPJS Kesehatan,” Ucap Ainun

Ainun juga merasa pelayanan yang ia dapat saat menjalani hemodialisa sudah sangatlah baik, tidak adanya keterlambatan penanganan karena ia merupakan pasien JKN. Semua pasien diperlakukan sama, baik pasien JKN ataupun pasien umum.

Ainun berharap agar BPJS Kesehatan selalu ada untuk membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan tidak perlu khawatir dengan biaya yang timbul dari pengobatan sehingga dapat fokus ke penyembuhan.

“Pelayanannya juga sudah sangat baik, pasien BPJS kesehatan dan umum sama perlakukannya dilayani dengan baik sekali, semoga BPJS Kesehatan ini selalu ada untuk memudahkan saya dan temen-teman yang sedang hemodialisa,” Ujar Ainun.

Ainun mengajak seluruh rakyat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftarkan diri serta untuk yang sudah terdaftar agar tidak lupa untuk membayar iuran JKN sehingga status kepesertaan selalu aktif, karena kita tidak akan tahu kapan sakit akan datang. Lebih baik selalu memiliki perlindungan Kesehatan, agar hidup menjadi lebih tenang.

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#jkn kis #bpjs kesehatan singaraja