Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Program JKN Bantu Pensiunan Guru Akses Layanan Kesehatan dengan Mudah

Rosihan Anwar • Kamis, 4 Desember 2025 | 20:56 WIB

 

I Gusti Bagus Supeler.
I Gusti Bagus Supeler.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) benar-benar dirasakan oleh I Gusti Bagus Supeler, 68, seorang pensiunan guru SD di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

Ia menuturkan bahwa dengan adanya JKN, dirinya bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya, sebuah wujud nyata dari prinsip gotong royong yang dijalankan BPJS Kesehatan.

Sebagai pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Bagus sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Dengan usia yang semakin menua, Bagus merasakan perubahan dalam kesehatannya yang mana semakin rentan sakit.

Sehingga program ini menjadi berkah baginya. Ia dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan tanpa adanya diskriminasi.

“Saya sangat terbantu dengan adanya Program JKN, makin tua makin sering sakit, jadi sering ke dokter syukur ada program ini jadi bisa lebih ringan dalam mikirin biaya,” ujar Bagus pada Senin (21/07).

Sebagai peserta JKN, Bagus cukup rutin memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.

Bagus juga menuturkan bahwa pelayanan Program JKN semakin membaik, ia sudah merasakan perjalanan panjang sistem jaminan kesehatan dari era Asuransi Kesehatan (Askes) hingga kini menjadi BPJS Kesehatan.

Bagus sudah menjadi peserta Askes saat ia yang mulai menjadi PNS pada tahun 1984 lalu menjadi bagian dari peserta JKN saat perubahan sistem dilakukan. Baginya perubahan tersebut menjadi langkah penting untuk bangsa Indonesia.

“Semakin ke sini, Program JKN semakin membaik. Dilihat dari pelayanannya, sudah tidak ada diskriminasi lagi, belum lagi dengan adanya Aplikasi Mobile JKN jadi semakin mudah, bisa ambil antrean secara online tidak perlu ambil antrean ke klinik lagi jadi lebih mudah saat berobat selain itu juga gak perlu bawa berkas yang banyak lagi,” ungkap Bagus.

Ia juga melihat perubahan digitalisasi dalam Program JKN. Dahulu, peserta harus membawa berbagai berkas fisik saat mau berobat. Namun kini, berkat kemajuan digitalisasi dan integrasi sistem, proses menjadi jauh lebih efisien dan mudah. Aplikasi Mobile JKN juga dinilai sangat membantu dalam mengambil nomor antrean jadi lebih mudah.

Bagus berharap agar Program JKN terus berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak orang, khususnya para lansia dan pensiunan yang membutuhkan jaminan kesehatan di usia senja. Program JKN telah memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan yang baik dan aman secara finansial.

Dengan iuran yang terjangkau, peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dan dapat memastikan bahwa seluruh warga negara Indonesia bisa mendapatkan haknya dalam pelayanan kesehatan.

“Terima kasih kepada pemerintah, berkat Program JKN, saya bisa berobat tanpa perlu mengkhawatirkan biaya. Dan teruntuk masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan harus segera mendaftarkan diri ke BPJS dan misal sudah terdaftar jangan lupa untuk membayar iurannya supaya mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan,” tutupnya.

Keberadaan Program JKN telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Jadi tunggu apa lagi mari menjadi peserta JKN untuk mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, mudah dan aman secara finansial.

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#jkn kis #bpjs kesehatan singaraja