Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lewat Mobile JKN, Christy Tak Repot Pindah FKTP

Rosihan Anwar • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:41 WIB

 

Christy.
Christy.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Urusan pindah fasilitas kesehatan dulu menjadi momok tersendiri bagi Christy, seorang ibu muda yang tinggal di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Jarak dari rumahnya ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Singaraja hampir satu jam perjalanan, yang tentu saja terasa berat apalagi ia memiliki tanggung jawab mengurus anaknya yang masih balita.

“Sebelumnya saya memang pikir mengurus pindah faskes itu ribet. Apalagi jarak rumah saya ke kantor BPJS lumayan jauh.

Saya sampai berpikir harus meninggalkan anak sebentar dan perjalanan yang melelahkan. Belum lagi mungkin harus antri,” ungkap Christy.

Namun, berbagai kekhawatiran itu mulai menghilang ketika Christy dibantu oleh petugas BPJS Kesehatan untuk registrasi akun pada Aplikasi Mobile JKN secara langsung di kantor BPJS.

“Waktu itu saya ke kantor BPJS untuk registrasi Aplikasi Mobile JKN dan dibantu petugasnya. Saya belajar langsung cara pakainya supaya nanti kalau mau pindah faskes bisa dari rumah saja,” ujarnya.

Setelah berhasil registrasi dan memahami Aplikasi Mobile JKN, Christy merasa lega. Kini semua urusan administrasi seperti pindah faskes bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah dan meninggalkan anaknya.

“Sekarang, kalau mau ganti faskes, saya tinggal buka aplikasi di handphone, pilih fasilitas kesehatan yang dekat dengan rumah, terus semuanya selesai. Gak perlu ribet, dan gak buang waktu,” ujarnya dengan semangat.

Aplikasi Mobile JKN sangat membantu Christy dalam urusan administrasi kepesertaan JKN, terutama sebagai ibu rumah tangga yang kesehariannya harus mengasuh sang buah hati.

“Kalau dulu saya repot sekali harus meninggalkan anak saya, sekarang anak saya tetap dalam pengawasan saya dan saya bisa urus semuanya melalui Mobile JKN. Rasanya kehidupan sehari-hari jadi lebih ringan,” tutur Christy.

Christy yang awalnya ragu memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN sekarang sudah sangat paham dan juga mengajak tetangga sekitarnya untuk memanfaatkan aplikasi ini, agar segala keperluan terkait JKN bisa dengan mudah diakses dalam satu genggaman.

“Awalnya saya juga ragu, tapi dengan pendampingan saat registrasi, saya jadi paham. Sekarang semua jadi mudah dan saya bisa bantu tetangga yang perlu juga,” sambungnya.

Kemudahan lewat Aplikasi Mobile JKN sangat membantu peserta yang tempat tinggalnya jauh dari kantor BPJS Kesehatan dan yang memiliki kesibukan lain sehingga tidak sempat untuk datang ke Kantor BPJS Kesehatan.

Christy berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kemudahan ini, sehingga urusan administrasi JKN tak lagi menjadi beban.

“Kalau dulu saya harus siap-siap seharian untuk urusan faskes. Kadang sampai harus cuti atau minta tolong keluarga jagain anak.

Sekarang cukup di rumah, buka aplikasi, dan semua bisa selesai dalam hitungan menit. Rasanya seperti dapat solusi instan,” ungkapnya.

Selain kemudahan mengubah faskes, Christy bercerita bahwa Aplikasi Mobile JKN memudahkan dirinya untuk mengakses informasi lain terkait kepesertaan seperti status kepesertaan dan mengambil antrean secara online.

“Saya bisa cek status, iuran, sampai antrean online buat berobat. Jadi tidak perlu bingung-bingung lagi,” tambahnya.

Dalam keseharian yang penuh dengan tanggung jawab mengasuh anak balita, Aplikasi Mobile JKN benar-benar menjadi teman yang membantu menjaga kesehatan keluarga tanpa hambatan.

Ia berharap pengalaman positif ini juga dapat dirasakan oleh lebih banyak warga, terutama para ibu rumah tangga yang mobilitasnya terbatas.

“Saya ingin bilang ke para ibu, jangan takut dengan teknologi. Dengan sedikit bantuan di awal, nanti kita bisa mandiri. Ini bukan cuma tentang urusan pindah faskes, tapi soal bagaimana kita memudahkan hidup kita sendiri agar tetap sehat dan keluarga juga terjamin,” ujar Christy.

Christy akhirnya merasa bahwa di tengah kesibukan dan kesulitan yang ada, ada solusi yang benar-benar membantu masyarakat tetap dekat dengan layanan kesehatan yang berkualitas.

“Dengan Mobile JKN, saya tak perlu lagi merasa terbebani kalau harus urus faskes. Semuanya jadi lebih ringan, efisien, dan yang paling penting saya bisa lebih fokus urus keluarga,” tutupnya.

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#bpjs kesehatan singaraja #jkn - kis