DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Apresiasi diberikan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Pratama Karya Prima atas komitmennya dalam implementasi Transformasi Digital.
Dalam kunjungannya pada Selasa (16/12), Edwin meninjau langsung bagaimana efektivitas teknologi digital dalam ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan dampak bagi peserta JKN, seiring dengan cakupan kepesertaan yang kini telah menjangkau hampir seluruh penduduk Indonesia.
Edwin menekankan bahwa keberhasilan yang ditunjukkan klinik ini membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal pembaruan sistem, melainkan keberhasilan dalam melakukan perubahan perilaku layanan.
"Transformasi Digital itu adalah upaya merubah mindset, bagaimana kita memberikan layanan dan merubah budaya masyarakat.
Semakin banyak yang memanfaatkan layanan digital, maka akan semakin mudah, semakin tertib," ujar Edwin.
Edwin menambahkan bahwa pengenalan teknologi ini harus terus dilakukan secara masif mengingat cakupan kepesertaan yang sangat luas.
Menurutnya Klinik Pratama Karya Prima menjadi salah satu contoh fasilitas kesehatan yang adaptif terhadap teknologi dalam mengimplementasikan integrasi P-Care, antrean online, hingga I-Care JKN secara konsisten sehingga klinik ini berhasil meraih penghargaan kategori Bintang Tiga.
"Terima kasih dukungan dari Klinik Pratama Karya Prima. Kita terus mengenalkan pemanfaatan transformasi digital, karena sekarang secara menyeluruh, hampir 99 persen penduduk Indonesia telah ter-cover Program JKN.
Kita semua ikut berkontribusi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan semakin sejahtera melalui Digitalisasi Program JKN. Transformasi digital pasti bisa,” pungkas Edwin.
Kadek Ari Purwita Lestari, salah satu peserta JKN yang sedang berobat di Klinik Pratama Karya Prima menceritakan pengalamannya. Ia mengaku sangat terbantu dengan fitur antrean online.
“Antrean online di BPJS Kesehatan ini sangat membantu untuk pengaturan panggilan antrean ke pasiennya, jadi berobatnya lebih cepat. Harapannya semoga JKN ini bisa terus bermanfaat untuk saya dan orang-orang yang membutuhkan,” ungkap Kadek.
Senada dengan hal itu, Anik Mulia Arcani, seorang pasien Prolanis penderita diabetes, merasa teknologi digital mendukung produktivitasnya. Sebagai pekerja, efisiensi waktu adalah hal utama yang ia dapatkan saat berkunjung ke Klinik Pratama Karya Prima.
“Ini memudahkan saya karena saya bisa berobat sambil bekerja. Lebih efisien waktunya dan mempersingkat waktu tunggu. Pelayanan di sini juga sangat bagus.
Semoga BPJS Kesehatan semakin jaya dan sukses terus, aplikasi mobile JKN semoga semakin lancar, dan ada update hal-hal barunya,” tutur Anik.
Editor : Rosihan Anwar