RadarBali.id- Hidangan Lebaran yang serba bersantan dan berlemah memang menggiurkan untuk dinikmati. Namun, di sisi lain sejumlah kuliner ditengarai berisiko kandungan lemak dan kolesterol yang berbahaya.
Berikut ini adalah adalah perkiraan kandungan nutrisi dalam porsi standar (sekitar 150-200 gram) hidangan populer:
Analisis Kandungan Nutrisi Kuliner Khas Lebaran
- Rendang Daging: Dalam satu porsi rendang daging, diperkirakan terdapat kandungan lemak sebesar 25 hingga 35 gram, dengan kadar kolesterol yang mencapai 70 sampai 100 mg.
- Gulai atau Opor Ayam: Hidangan berkuah santan ini memiliki estimasi kandungan lemak sekitar 15 sampai 25 gram serta kandungan kolesterol sebesar 60 hingga 80 mg.
- Sambal Goreng Ati: Ini adalah menu yang perlu diwaspadai karena meski kandungan lemaknya hanya 12 hingga 18 gram, kadar kolesterolnya sangat tinggi, yakni mencapai 250 sampai 350 mg per porsi.
- Semur Daging: Sebagai alternatif yang biasanya tidak bersantan, semur daging tetap mengandung lemak sekitar 15 hingga 20 gram dengan kadar kolesterol di angka 70 sampai 90 mg.
- Kue Nastar: Jangan remehkan camilan mungil ini; mengonsumsi hanya 5 butir nastar sudah menyumbang lemak sebesar 10 hingga 15 gram dan kolesterol 30 sampai 50 mg yang berasal dari campuran mentega dan telur.
Mengapa Kuliner Ini Berbahaya?
Jeroan: Sang Juara Kolesterol
Sambal Goreng Ati atau ampela adalah "musuh" utama penderita kolesterol tinggi. Hati ayam atau sapi mengandung konsentrasi kolesterol yang jauh lebih tinggi dibandingkan daging biasa. Mengonsumsi satu porsi kecil saja sudah bisa mendekati ambang batas harian kolesterol yang disarankan (sekitar $300$ mg per hari).
Santan Kental yang Dipanaskan Berulang
Santan sendiri sebenarnya mengandung lemak nabati yang baik, namun masalah muncul ketika:
Dipanaskan berkali-kali: Proses memanaskan opor atau rendang berulang kali mengubah asam lemak menjadi lemak jenuh yang sulit dicerna dan memicu penumpukan plak di pembuluh darah.
Kombinasi dengan lemak hewani: Minyak dari santan bercampur dengan lemak dari kulit ayam atau lemak daging sapi.
Karbohidrat Berlebih (Ketupat & Kue Kering)
Bahaya bukan hanya dari lemak, tapi juga lonjakan gula darah. Makan ketupat dalam jumlah besar ditambah camilan manis seperti Nastar dan Kastengel (yang tinggi mentega/butter) akan memicu tubuh menyimpan cadangan energi menjadi lemak tubuh.
Tips Cara Aman Berimbang Menikmati Kuliner Lebaran Tanpa Tumbang
Agar momen silaturahmi tidak berakhir di rumah sakit, coba terapkan rumus ini:
- Porsi Sayur 2x Lipat: Pastikan ada sayuran berserat tinggi di piring Anda untuk membantu menghambat penyerapan kolesterol di usus.
- Hindari "Kuah" Berlebih: Jika makan opor atau gulai, ambil dagingnya saja dan minimalisir menyeruput kuah santannya.
- Batasi Pemanasan Ulang: Usahakan memasak dalam porsi yang pas agar tidak perlu dipanaskan sampai 3 hari berturut-turut.
- Imbangi dengan Air Putih: Hindari minuman manis/sirup saat sudah makan makanan berat.
Angka di atas adalah estimasi rata-rata. Kandungan pastinya sangat bergantung pada cara memasak (misal: banyaknya minyak, jenis potongan daging, dan kepekatan santan).[dirangkum dari berbagai sumber]
Editor : Hari Puspita