SINGARAJA, RadarBali.id – Tak ingin kecolongan seperti saat awal pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat memperkuat sistem kesiapsiagaan kesehatan.
Empat penyakit infeksi emerging (PIE) kini masuk dalam radar pengawasan ketat: Covid-19, Flu Burung (Avian Influenza), MERS-CoV, dan Meningitis Meningokokus.
Baca Juga: Atasi Virus yang Merajalela, PT. GIG BERSAMA Hadirkan Protekzi Antivirus untuk Masyarakat Indonesia
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Buleleng, Nyoman Suardani, menyebutkan bahwa pemetaan risiko ini sangat krusial untuk mengukur kesiapan daerah secara objektif.
Baca Juga: 7 Aplikasi Antivirus Terbaik untuk Android yang Dapat Melindungi Perangkat Smartphone
"Ini langkah strategis. Kami tidak ingin berada dalam kondisi tidak siap jika sewaktu-waktu terjadi wabah. Pengalaman Covid-19 adalah pelajaran mahal bagi sistem kesehatan kita," tegas Suardani, Senin (4/5/2026).
Fokus utama pemetaan ini meliputi tiga komponen: ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Selain memantau tren penyakit global, Dinkes juga menyoroti mobilitas jemaah haji dan umroh sebagai faktor risiko penyebaran MERS-CoV dan Meningitis dari wilayah Timur Tengah.
]Data risiko ini nantinya akan diunggah ke sistem Kementerian Kesehatan sebagai panduan seluruh OPD dalam merancang rencana kontigensi yang lebih matang.[*]
Editor : Hari Puspita