GIANYAR, radarbali.jawapos.com – Komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan lansia sekaligus mencetak tenaga caregiver yang kompeten, diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Kompetensi Skill Perawatan Lansia Tingkat SMK Kesehatan Se-Bali.
Agenda ini digelar oleh Medikom Indonesia di Kampus Medikom Indonesia, Ketewel, Sukawati, Gianyar, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Caregiver Festival 2026 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-4 Medikom Indonesia serta Hari Lansia Nasional.
Kompetisi diikuti oleh siswa-siswi tim 13 SMK Kesehatan dari berbagai kabupaten/kota di Bali yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam memberikan pelayanan dan perawatan lansia secara profesional.
Kompetisi berlangsung secara kompetitif mulai dari babak penyisihan hingga semifinal.
Empat sekolah yang berhasil melaju ke babak semifinal adalah:
• SMK Bintang Persada Tabanan • SMKS Sanjiwani Gianyar
•SMK Bali Dewata
• SMK Negeri 1 Kubutambahan.
Pemenang lomba diraih oleh SMK Sanjiwani Gianyar, peringkat kedua adalah SMK Bintang Persada dan peringkat ketiga ada SMK N 1 Kubutambahan serta Juara Harapan 1 diraih oleh SMK Bali Dewata.
Para Juara mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, Piala dan Voucher untuk mengikuti Uji Komptensi Caregiver BNSP.
Direktur Medikom Indonesia, Ns. I Kadek Artawan, M.Kep, menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga caregiver terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia, baik di Indonesia maupun di berbagai negara dunia.
Oleh karena itu, penguatan kompetensi sejak jenjang pendidikan menengah menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan berdaya saing global.
"Perawatan lansia membutuhkan keterampilan, empati, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap kebutuhan fisik dan psikologis lansia.
Melalui lomba ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kompetensi sekaligus menumbuhkan minat berkarier di bidang caregiving," ujar Kadek Artawan.
Dalam kompetisi ini, peserta diuji melalui berbagai aspek keterampilan perawatan lansia, mulai dari komunikasi terapeutik, bantuan aktivitas sehari-hari (Activities of Daily Living/ADL), mobilisasi dan transfer pasien, pengukuran tanda-tanda vital, hingga penerapan keselamatan dan kenyamanan lansia sesuai standar pelayanan caregiving.
Selain menguji kemampuan teknis, penilaian juga menitikberatkan pada sikap profesional, etika pelayanan, kemampuan komunikasi, serta penerapan prinsip keselamatan pasien yang menjadi kompetensi utama seorang caregiver.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan kesehatan, praktisi pelayanan lansia, serta masyarakat.
Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berharga dalam mengasah keterampilan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai peluang karier di bidang perawatan lansia yang saat ini semakin dibutuhkan.
Penyelenggaraan Lomba Kompetensi Skill Perawatan Lansia diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mendorong peningkatan mutu pendidikan kesehatan.
Sekaligus memperkuat kesiapan lulusan SMK kesehatan dalam menghadapi kebutuhan tenaga caregiver profesional di tingkat nasional maupun internasional. (das)
Editor : Rosihan Anwar