Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Anggota Komisi X DPR RI Neng Eem Ajak Warga Bali Maknai Esensi Gotong Royong Lewat JKN 

Admin Radar Bali • Senin, 13 Juli 2026 | 15:12 WIB
Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Denpasar, Minggu (12/7/2026).
Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Denpasar, Minggu (12/7/2026).

 

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Memperkuat pemahaman masyarakat mengenai jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar hidup yang krusial, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk saling menopang melalui skema gotong royong.

Itu menjadi tujuan utama diselenggarakannya Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Denpasar, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan kolaboratif yang digagas oleh Komisi IX DPR RI bersama BPJS Kesehatan Cabang Denpasar ini hadir untuk memberikan edukasi langsung kepada ratusan perwakilan warga, dengan fokus khusus pada pemberdayaan kaum perempuan dalam menjaga ketahanan kesehatan keluarga. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menekankan bahwa kehadiran negara dalam menjamin kesehatan seluruh rakyat secara merata adalah mandat mutlak menuju terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) yang inklusif.

Dalam pemaparannya, Neng Eem secara khusus memuji komitmen wilayah Badung yang telah berhasil mencapai status UHC penuh, sehingga seluruh warganya terlindungi tanpa kendala finansial. 

"Badung luar biasa, sudah mencapai UHC. Siapapun yang sakit, baik dari golongan menengah bawah maupun atas semuanya gratis.

Ini adalah bukti nyata kehadiran negara, dan seharusnya menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya," ujar Neng Eem. 

Lebih lanjut, Neng Eem mengajak masyarakat untuk memahami kapasitas fiskal negara secara bijaksana.

Ia menguraikan bahwa demi menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi seluruh rakyat Indonesia, diperlukan keseimbangan alokasi anggaran yang proporsional. 

Di sinilah pentingnya sinergi kepesertaan, di mana pembagian segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didukung pemerintah dan segmen Mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) bagi yang mampu, adalah solusi terbaik yang bertumpu pada asas kebersamaan. 

Merujuk pada konsep matematika kepedulian JKN, di mana biaya satu operasi jantung senilai Rp130 juta ditopang oleh iuran dari 3.095 orang peserta sehat, Neng Eem mengingatkan para peserta mandiri agar senantiasa menjaga keaktifan kepesertaan mereka tanpa merasa terbebani.

"Jangan pernah merasa rugi bagi yang iuran mandiri dan belum sakit.

Justru itu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang hebat dan bermanfaat karena ikut bergotong royong membiayai pengobatan saudara-saudara kita yang kurang mampu dan sedang sakit," tegas Neng Eem. 

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Elly Widiani, menyampaikan bahwa untuk menyokong esensi gotong royong ini, pihaknya terus melakukan transformasi mutu layanan.

BPJS Kesehatan kini bergeser menuju penciptaan pengalaman bermakna (meaningful experience) yang berpusat pada kepuasan peserta (customer centric). 

Elly menjabarkan pentingnya konsep Customer Value Creation, di mana nilai manfaat (benefit) yang dirasakan peserta harus jauh melampaui pengorbanan (cost) waktu dan tenaga yang mereka keluarkan. 

Komitmen ini diwujudkan dengan menerapkan lima dimensi kualitas layanan (RATER), dengan penekanan khusus pada aspek empati (empathy) dan ketanggapan (responsiveness). 

"Kami ingin menyentuh sisi kemanusiaan dalam setiap pelayanan.

Melalui inovasi digital seperti Aplikasi Mobile JKN dan layanan administrasi WhatsApp PANDAWA di nomor 0811 8 165 165, kami hadirkan layanan agar peserta merasakan kemudahan akses dari rumah. 

Selain itu, sebagai bentuk empati kami bagi yang memiliki tunggakan, kami sediakan program REHAB 3.0 (Rencana Pembayaran Bertahap) sebagai solusi keuangan yang sangat fleksibel agar jaminan kesehatan keluarga mereka bisa segera aktif kembali," jelas Elly. (har)

 

 

Editor : Rosihan Anwar
jkn komisi x dpr ri bpjs kesehatan denpasar