Selain Anak Perempuan, Laki-laki Diberikan Imunisasi HPV, Tercatat 29.818 Anak Laki-Laki, Dijamin Aman karena telah Diuji Berbagai Penelitian Ilmiah

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 06:22 WIB
Ilustrasi imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki pada tahun 2026. (Gemini AI/radarbali.id)
Ilustrasi imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki pada tahun 2026. (Gemini AI/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Provinsi Bali resmi menjadi salah satu wilayah percontohan (pilot project) pelaksanaan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki pada tahun 2026.

Program perluasan perlindungan kesehatan ini menargetkan 29.818 anak laki-laki dan 28.573 anak perempuan di seluruh wilayah Bali.

Program imunisasi HPV untuk anak laki-laki tahun ini juga dilaksanakan di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

Bali terpilih menjadi salah satu dari tiga provinsi sasaran karena pencapaian imunisasi HPV pada anak perempuan di Pulau Dewata merupakan yang tertinggi di tingkat nasional.

 Baca Juga: Cegah Kanker, Bali Wajibkan Imunisasi HPV untuk Anak Lelaki dan Perempuan

​Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, menjelaskan bahwa HPV bukan hanya virus penyebab utama kanker serviks pada perempuan, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit berbahaya pada laki-laki.

Infeksi virus ini berisiko menyebabkan kanker anus, kanker penis, kanker orofaring (mulut dan tenggorokan), serta kutil kelamin.

"Dengan demikian, baik laki-laki maupun perempuan menghadapi risiko infeksi virus HPV yang dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan kematian. Risiko ini dapat diminimalkan melalui program imunisasi," terang dr. Anom.

​Pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak laki-laki ini mulai  pada bulan Agustus 2026, bertepatan dengan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi ini diberikan kepada seluruh siswa laki-laki kelas 5 SD/MI/sederajat.

Sementara itu, program imunisasi HPV untuk anak perempuan yang sudah berjalan tetap dilanjutkan bagi siswi di tingkatan kelas yang sama.

 Baca Juga: Waspada Campak di Bali, RSUD Wangaya Tegaskan Imunisasi Jadi Kunci Utama

​Kegiatan BIAS ini melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah, serta membutuhkan dukungan penuh dari para orang tua dan masyarakat.

​Sebagai informasi, program imunisasi HPV di Indonesia telah berjalan secara bertahap sejak 2016 dan diperluas secara nasional pada 2023.

Sejak tahun 2025, pemberian imunisasi disesuaikan menjadi satu dosis mengikuti rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintah juga menyediakan program imunisasi kejar (catch-up) bagi siswi kelas 6 SD dan 9 SMP/sederajat yang belum pernah menerima vaksin tersebut sebelumnya.

​Terkait jaminan keamanan, dr. Anom menegaskan bahwa vaksin HPV telah melalui berbagai penelitian ilmiah. Vaksin ini direkomendasikan langsung oleh WHO dan Kementerian Kesehatan RI sebagai intervensi kesehatan masyarakat yang efektif mencegah penyakit akibat infeksi HPV.

​Selama kegiatan berlangsung, seluruh proses pelayanan imunisasi dipastikan berjalan sesuai standar pelayanan dan prosedur keamanan.

Petugas kesehatan juga gencar memberikan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai manfaat vaksin, antisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), serta pentingnya melengkapi jadwal imunisasi anak.

​Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk mendukung penuh program imunisasi HPV sebagai bentuk perlindungan kesehatan anak sejak dini.

Dengan langkah ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terlindungi dari penyakit akibat HPV sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
radarbali.id imunisasi HPV Human Papillomavirus