Kapolsek Nusa Penida, Kompol. Ida Bagus Putra Sumerta menuturkan, peristiwa itu bermula ketika Ketut Suwirta, 43 asal Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat datang ke SPBU mengendarai sepeda motor Vario untuk membeli BBM jenis pertalite menggunakan jeriken.
Setelah Suwirta menaikkan dua jeriken yang telah terisi penuh oleh pertalite guna kebutuhan operasional boat tempatnya bekerja, tiba-tiba api muncul dari sepeda motor yang dikendarainya. Karena panik, Suwirta meninggalkan kendaraannya itu sehingga terjatuh bersama jeriken berisikan BBM. “Itu membuat api menyambar jeriken. Areal SPBU pun terbakar,” ungkapnya.
Petugas SPBU yang melihat peristiwa itu berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Hanya saja korban api tidak bisa dipadamkan sehingga mereka meminta bantuan warga sekitar untuk turut membantu melakukan pemadaman. “Petugas SPBU bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman menggunakan pasir yang disiram air. Api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 09.50. Di Nusa Ceningan tidak ada armada Damkar,” ujarnya.
Akibat peristiwa itu, tiga unit pompa dan atap bangunan SPBU hangus terbakar sehingga tidak dapat melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM). “Jumlah kerugian belum diketahui,” katanya.
Kebakaran itu pun menjadi perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung. Dipimpin Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, unsur Forkopimda Klungkung langsung turun ke SPBU satu-satunya yang ada di Desa Lembongan tersebut. Selama SPBU Nusa Ceningan belum dapat beroperasi, pemenuhan BBM warga di pulau Ceningan dan Lembongan dapat dipasok dari SPBU Banjar Nyuh Nusa Penida.
Masyarakat yang membutuhkan BBM dapat melengkapi diri dengan surat rekomendasi dari kepala desa setempat. Bupati Suwirta juga meminta kerjasama Pihak Kepolisian dan TNI dalam mengawal pendistribusian BBM ini. “Pengawalan terhadap distribusi BBM ke Lembongan sangat penting dan perlu dilakukan. Ini guna mencegah terjadinya kenaikan harga bahan pokok, serta dalam rangka memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, pelaku pariwisata, maupun wisatawan yang berwisata menggunakan kendaraan bermotor,” tandasnya. (ayu/rid) Editor : M.Ridwan