Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ancaman Kekeringan di Nusa Penida, Stok Air Menipis, Warga Mulai Beli Air Bersih Tangki

M.Ridwan • Senin, 9 Oktober 2023 | 12:00 WIB

 

ANTREE AIR BERSIH: Ni Nyoman Sri Widari, warga Banjar Ampel, Desa Pejukutan saat menunjukkan tempat penampungan air hujan di kediamannya
ANTREE AIR BERSIH: Ni Nyoman Sri Widari, warga Banjar Ampel, Desa Pejukutan saat menunjukkan tempat penampungan air hujan di kediamannya

NUSA PENIDA,radarbali.id -  Kemarau panjang di Kecamatan Nusa Penida membuat terik matahari sangat menyengat meski jarum jam menunjukkan waktu masih pagi hari. Di musim kemarau ini, hujan tidak turun di kecamatan tersebut sudah beberapa minggu terakhir.

Bahkan di wilayah Banjar Ampel, Desa Pejukutan, Nusa Penida, hujan deras sudah tidak turun sejak lima bulan terakhir sehingga membuat stok air warga setempat mulai habis dan bersiap untuk membeli air tangki.

Banjar Ampel, Desa Pejukutan, Nusa Penida merupakan wilayah yang belum dijangkau layanan air bersih dari Perumda Air Minum Panca Mahottama Kabupaten Klungkung hingga saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari keluarga dan ternak, warga setempat membuat penampungan air hujan dengan kapasitas cukup besar.

Seperti yang dapat dilihat di depan kediaman Ni Nyoman Sri Widari, warga Banjar Ampel, Desa Pejukutan, Nusa Penida. Di depan rumah warga yang memiliki sebuah warung itu terdapat bangunan untuk menadah air dan sumur yang menurutnya untuk menampung air hujan yang jatuh di tempat penadahan.

Tidak tanggung-tanggung kapasitas sumur penampungan air hujan milik Widari sangat besar, yakni bisa memenuhi kebutuhan air bersih keluarganya yang terdiri dari enam orang dan sejumlah ternak sapinya hingga lima bulan lamanya.  “Airnya bisa diminum langsung,” kata belum lama ini.

Hanya saja karena hujan tidak kunjung turun sekitar lima bulan terakhir, Widari mengungkapkan bila stok air dalam sumurnya telah menipis. Untuk bisa memenuhi kebutuhan air, dia mengaku segera memesan air tangki.

Itu karena selama ini pemerintah belum pernah memberikan bantuan air bersih di kala stok air tadahan hujan warga setempat habis. “Satu tangki isi 1.500 liter biasanya dengan harga air berkisar Rp200 ribu. Sebulannya hampir dua tangki habis. ,” terangnya.

Besar harapannya layanan air bersih dari Perumda Air Minum Panca Mahottama itu bisa segera menjangkau kediamannya. Sehingga dia tidak perlu lagi membeli air saat stok airnya habis lantaran Nusa Penida tidak diguyur hujan.

“Katanya akan segera ada pemasangan jaringan air bersih di sini (Banjar Ampel, Red). Semoga bisa segera terealisasi,” tandasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#nusa penida #antre air #kekeringan #kemarau