SEMARAPURA, Radar Bali.id- Kasus gigitan anjing positif rabies di Kabupaten Klungkung terus bertambah. Upaya vaksinasi rabies terhadap hewan penular rabies (HPR) pun masih terus digencarkan.
Hanya saja kerja petugas vaksin terkendala anjing liar dan diliarkan sehingga vaksinasi HPR belum mencapai 100 persen di akhir Desember 2023 ini.
Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida, Selasa (26/12/2023) mengungkapkan, ada sebanyak 140 sampel anjing yang dikirim ke laboratorium lantaran telah menggigit warga per Kamis (21/12/2023).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 ekor anjing dinyatakan positif rabies. “Di Nusa Penida masih nihil kasus gigitan HPR,” katanya.
Menurutnya jumlah anjing positif rabies di tahu ini jauh meningkat dibandingkan dengan tahun 2022 lalu yang total jumlahnya sebanyak 42 ekor HPR. Tidak hanya itu, sebagian besar merupakan anjing peliharaan.
“Masyarakat sudah mulai sadar dengan pentingnya vaksin rabies bagi HPR. Tetapi ada juga masyarakat yang belum sadar,” ungkapnya.
Bahkan karena masih adanya warga yang belum sadar akan pentingnya pemberian vaksin rabies bagi HPR, dikatakannya telah membuat capaian vaksinasi rabies di Kabupaten Klungkung belum mencapai 100 persen.
Estimasi populasi anjing di Kabupaten Klungkung tahun 2023 sebanyak 21.137 ekor, ada sebanyak 15.852 ekor yang belum tervaksinasi. “Dalam populasi estimasi, itu termasuk juga anjing liar dan yang diliarkan. Kendala kami di situ,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita