SEMARAPURA, Radar Bali.id- Petugas Pemadam Kebakaran Klungkung melakukan pengecekan kesehatan, Kamis (22/2/2024). Pengecekan kesehatan itu dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya gangguan kesehatan.
Ini karena ada risiko akibat menghirup asap pekat selama melakukan pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sente, Desa Pikat, Kecamatan Banjarangkan.
Kasatpol PP dan Damkar Klungkung Dewa Putu Suarbawa saat dikonfirmasi, Kamis (22/2/2024) mengungkapkan, ada 32 petugas Damkar Klungkung yang menjalani pemeriksaan kesehatan kemarin.
Puluhan petugas Damkar tersebut tidak ada yang mengalami sakit. Namun melihat mereka berjibaku menangani kebakaran di TPA Sente sejak Januari lalu, ada kekhawatiran hal itu mempengaruhi kesehatan para petugas Damkar Klungkung.
“Pengecekan kesehatan anggota Damkar dilakukan untuk memastikan atau mengetahui kondisi kesehatan staf saya yang kembali bertugas di TPA Sente sejak 18 Februari 2024 lalu,” terangnya.
Menurutnya asap yang dihasilkan dari peristiwa kebakaran TPA Sente saat ini berbeda dari kebakaran Januari lalu. Kebakaran saat ini menghasilkan asap yang menyebabkan mata perih dan menyengat di hidung.
“Kondisi asap yang dikeluarkan dari kejadian kebakaran sekarang ini beda. Jika ada yang sakit tentu saya kasi istirahat,” tandasnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati membenarkan bila pengecekan kesehatan dilakukan terhadap petugas Damkar Klungkung atas permintaan Kasatpol PP dan Damkar Klungkung.
Menurutnya kekhawatiran Suarbawa terhadap kesehatan para stafnya sangat wajar. Sebab menghirup asap kebakaran sampah tidak baik bagi kesehatan. “Itu bisa mengganggu pernafasan. Bisa menyebabkan sesak,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita