SEMARAPURA, Radar Bali.id- Pasokan gas elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Klungkung terbilang normal. Meski begitu, Pemkab Klungkung tetap melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya kelangkaan gas melon tersebut.
Mengingat Kabupaten Klungkung mengalami pengurangan kuota gas elpiji 3 kg dari penggunaan tahun 2023.
Untuk diketahui pemerintah pusat mengurangi kuota gas elpiji 3 kg untuk Kabupaten Klungkung di tahun 2024 sebesar 8 persen dari penggunaan atau realisasi tahun 2023 yang mencapai 13.665 metrik ton (MT).
Sehingga Pemkanb Klungkung yang mulanya mengusulkan kuota gas melon sebanyak 14.946 MT, hanya mendapat kuota sebesar 13.035 MT.
Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas melon, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung Wayan Ardiasa, Kamis (22/2/2024) mengungkapkan Pemkab Klungkung telah mengusulkan penambahan kuota ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni sesuai usulan untuk tahun 2024, yakni total sebanyak 14.946 MT.
“Usulan kami telah mendapat tanggapan dari kementerian. Di mana alokasi kuota gas elpiji 3 kg Kabupaten Klungkung akan dievaluasi, berarti belum diberikan penambahan kuota LPG,” terangnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Citrawati sebelumnya mengatakan, usulan kuota sebanyak 14.946 MT di tahun 2024 itu dengan perhitungan rumah tangga di Klungkung membutuhkan sebanyak 6.059 MT, dan usaha mikro membutuhkan 8.887 MT.
Sementara alokasi kuota tahun 2023 lalu sebesar 13.757 MT. “Dampak dari pengurangan kuota, ada satu bulan yang tidak dapat elpiji tersebut atau hanya cukup untuk 11 bulan. Untuk itu dari sejak awal kami diinformasikan terkait pengurangan ini sehingga bisa melakukan permohonan sedini mungkin. Jangan sampai kuota alokasi sudah mau habis, baru kami memohon,” katanya. [*]
Editor : Hari Puspita