Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bukan Hanya di Karangasem, di Klungkung Sejumlah Babi Mati Mendadak, Ini Tindakan Dinas Pertanian

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 20 Maret 2024 | 19:55 WIB
CEK LANGSUNG KE LAPANGAN : Petugas Dinas Pertanian Klungkung mendatangi langsung kendang peternak babi di Klungkung(foto:dinas pertanian klungkung)
CEK LANGSUNG KE LAPANGAN : Petugas Dinas Pertanian Klungkung mendatangi langsung kendang peternak babi di Klungkung(foto:dinas pertanian klungkung)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Setelah heboh di Karangasem gara-gara sejumlah babi mati mendadak, hal serupa ternyata terjadi di Klungkung.

Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung kembali mengingatkan para peternak babi di Kabupaten Klungkung untuk meningkatkan biosekuriti terhadap ancaman virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Sebab beberapa babi di Kabupaten Klungkung dilaporkan mengalami sakit hingga mati pada Februari lalu, meski belum terkonfirmasi terpapar ASF.

Apalagi ditemukan kasus puluhan ternak babi mati di Kabupaten Karangasem yang merupakan kabupaten penyuplai babi ke Klungkung.

“Dalam seminggu ini kami sudah surveillance dan sosialisasi ke sejumlah peternak babi. Berupaya agar peternak meningkatkan aktivitas untuk meningkatkan biosekuriti dengan desinfeksi kandang dan kewaspadaan dalam lalu-lintas ternak,” terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Gede Juanida, Selasa (19/3/2024).

Dikatakannya belum ada kasus kematian babi terkonfirmasi ASF di Kabupaten Klungkung.

Hanya saja, dia menerima laporan kematian babi di Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, awal Februari lalu. Di mana satu ekor induk babi dilaporkan mati karena kesulitan melahirkan.

Kemudian pada periode pertengahan hingga akhir Februari lalu atau rentan waktu kurang lebih 2,5 minggu, dilaporkan babi potong milik peternak mengalami sakit dan mati sebayak dua ekor. Kemudian pada awal Maret, dilaporkan ada tiga ekor babi sakit dan akhirnya dapat sembuh.

“Kami belum bisa memastikan apakah kematian babinya karena ASF. Karena kami tidak memperoleh sampel untuk diperiksa di laboratorium. Mudah-mudahan, bukan ASF. Dan yang paling penting mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus kematian babi lagi,” ujarnya.

Terkait kasus matinya puluhan babi di Karangasem yang diduga akibat ASF, dikatakannya belum ada larangan babi asal Karangasem masuk ke Klungkung.

“Imbauan untuk kewaspadaan ada, tetapi kalau pelarangan dalam bentuk administratif atau pemeriksaan khusus belum kami lakukan,” tandasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#klungkung