Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Nelayan dan Petani Garam di Klungkung pun Terpaksa Menganggur

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 7 Juni 2024 | 14:50 WIB

PARKIR DULU: Jukung para nelayan Pantai Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan terpakir di pesisir akibat ombak besar. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
PARKIR DULU: Jukung para nelayan Pantai Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan terpakir di pesisir akibat ombak besar. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali- Nelayan dan petani garan di pantai Desa Kusamba tidak bisa mencari nafkah sejak ombak tinggi menghantam pesisir belakangan ini.

Bahkan Rabu (5/6/2024), tinggi ombak bisa mencapai 2,5 meter sehingga banyak nelayan memutuskan tidak melaut, hari Kamis (6/6/2024) lantaran khawatir ombak tinggi mengancam keselamatan mereka.

Sementara petani garam di Pantai Karangnadi sudah sepekan ini tidak dapat memproduksi garam tradisional lantaran lahan penggaraman mereka dipenuhi bebatuan yang dibawa ombak.

I Ketut Subrata, nelayan Pantai Segara Desa Kusamba, Kamis (6/6/2024) mengungkapkan, hasil tangkapan nelayan cukup melimpah dalam beberapa hari ini, yakni berkisar 80-200 ekor. Hanya saja sebagian besar nelayan memilih tidak melaut kemarin.

Itu lantaran ombak di pantai itu cukup besar mencapai lebih dari 2,5 meter yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan. “Air laut sampai masuk ke tempat memarkirkan jukung,” ungkapnya.

Bahkan para nelayan mengikat perahu-perahu mereka lantaran khawatir terbawa ombak besar. Melihat kondisi pesisir pantai, dia memprediksi ombak besar akan berlangsung hingga hari ini (7/6/2024).

“Kemarin ombak besar sekali, perahu-perahu kami ikat. Banyak nelayan tidak melaut hari ini karena khawatir ombak besar. Hanya beberapa yang tetap melaut,” jelasnya.

Tidak hanya nelayan, petani garam juga merasakan dampak ombak besar beberapa hari terakhir ini. Sudah sepekan ini petani gram di Pantai Karangnadi tidak memproduksi garam lantaran lahan penggaraman mereka dipenuhi bebatuan yang dibawa ombak besar.

“Besar ombaknya sampai melewati tanggul. Kalau tidak ada tanggul, kemungkinan tempat penggaraman kami tidak lagi dipenuhi batu, tapi tergerus air laut,” kata Wayan Nuaya seorang petani garam di pantai tersebut.

Para petani baru akan memperbaiki lahan penggaramannya ketika ombak benar-benar telah tenang. Sehingga upaya mereka memperbaiki tempat penggaraman tidak sia-sia. [*]

Editor : Hari Puspita
#nelayan #cuaca ekstrem #klungkung